KKN Reguler 20261 Updated: 27 July 2026 Dilihat: 2 kali

Dari Ruang Kelas ke Ruang Tumbuh: Mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Rancang Gerak Edukatif di SDN 006 Teluk Bintan

Teluk Bintan – Senin, 28 Juli 26, langkah kecil sering kali menjadi awal dari perubahan yang besar. Di ruang-ruang kelas SDN 006 Teluk Bintan yang sederhana namun hangat, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Kelompok 2 Pulau Ladi memulai ikhtiar mereka: merancang, menyusun, dan menanamkan program kerja yang tidak hanya hadir sebagai kegiatan, tetapi sebagai proses tumbuh bersama.

Kehadiran mahasiswa disambut dengan hangat oleh pihak sekolah, salah satunya oleh Bapak Hamdan yang turut membersamai jalannya pemaparan program kerja. Dalam suasana yang penuh keterbukaan, beliau tidak hanya menyambut, tetapi juga memberikan arahan serta pandangan yang konstruktif terhadap program-program yang dipaparkan. Arahan tersebut menjadi jembatan penting antara gagasan mahasiswa dan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga setiap rencana yang disusun dapat berjalan selaras dengan ritme dan dinamika sekolah.

Dengan jumlah sekitar 72 siswa, SDN 006 Teluk Bintan menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengabdian bagi mahasiswa. Program kerja yang dirancang tidak semata-mata bersifat seremonial, melainkan berorientasi pada proses membentuk karakter, menumbuhkan kesadaran, serta mengasah kreativitas siswa secara berkelanjutan.

Salah satu program yang menjadi pijakan awal adalah sosialisasi anti bullying. Lebih dari sekadar penyampaian materi, kegiatan ini dirancang sebagai pintu masuk untuk membangun kesadaran kolektif siswa tentang pentingnya empati, saling menghargai, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Nilai-nilai tersebut tidak berhenti pada satu pertemuan, melainkan akan terus dirawat melalui observasi dan interaksi mahasiswa selama kegiatan mengajar berlangsung.

Di sisi lain, kreativitas menjadi bahasa lain yang ingin dihidupkan. Melalui pelatihan kreativitas, siswa diajak untuk melihat kembali hal-hal sederhana di sekitar mereka benda-benda yang mungkin selama ini dianggap biasa, namun memiliki potensi untuk diolah menjadi karya yang bermakna. Kegiatan ini dirancang fleksibel, menyesuaikan waktu dan kondisi sekolah, sebagai bentuk penghormatan terhadap alur pembelajaran yang telah berjalan.

Kegiatan mengajar rutin menjadi denyut utama dari keseluruhan program. Mahasiswa hadir di tengah-tengah proses belajar siswa, menyesuaikan diri dengan jadwal dan kebutuhan kelas dari tingkat dasar hingga lanjutan. Dalam proses ini, pembelajaran tidak selalu berjalan satu arah. Ada ruang adaptasi, ada ruang improvisasi ketika materi perlu disederhanakan, atau bahkan dilengkapi dengan pendekatan yang lebih kontekstual agar mudah dipahami oleh siswa.

Untuk mendukung hal tersebut, mahasiswa juga mengembangkan berbagai media pembelajaran yang kreatif dan interaktif. Media ini bukan sekadar alat bantu, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan materi dengan pengalaman belajar siswa, sehingga proses pembelajaran terasa lebih hidup, dekat, dan menyenangkan.

Pemaparan program kerja ini bukanlah akhir, melainkan awal dari rangkaian cerita pengabdian yang akan terus bergerak. Setiap kegiatan yang terlaksana nantinya akan menjadi potongan-potongan kisah yang dirangkai dalam dokumentasi berikutnya merekam proses, tantangan, serta perubahan kecil yang mungkin tumbuh di antara siswa, guru, dan mahasiswa itu sendiri.

Diunggah Oleh: Bintan 2 > Narahubung Pak Ruslan No. Hp (082377160599)