Kunjungan ke Rumah ketua BPD, Memaparkan Program Kerja yang Berdampak Bagi Masyarakat
Membangun Sinergi dengan Pemerintah Desa, Mahasiswa
KKN Sowan ke Ketua BPD
Ikhtiar Merajut Koordinasi demi
Kelancaran Program Kerja di Desa Dendun
Sabtu (25/7/2026) menjadi hari yang cukup berarti bagi
mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Dendun 2026. Bukan sekadar kunjungan
biasa, kedatangan mereka ke kediaman Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD),
Bapak Suryadi, membawa misi penting: membangun koordinasi dan kerja sama yang
solid dengan pemerintah desa setempat, sebelum rangkaian program kerja mereka
benar-benar bergulir di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan itu, satu per satu program kerja yang
telah dirancang selama masa pengabdian diperkenalkan kepada Bapak Suryadi.
Bukan hanya memaparkan rencana, mahasiswa KKN turut memohon dukungan agar
seluruh kegiatan yang akan dijalankan dapat berjalan optimal dan diterima baik
oleh warga. Sambutan yang diberikan pun jauh dari kesan formal belaka. Bapak
Suryadi menyambut hangat kehadiran para mahasiswa dan tak segan mengapresiasi
semangat pengabdian yang mereka tunjukkan, sembari memberi sejumlah masukan
agar program yang dijalankan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat
setempat.
Mencegah Pernikahan Dini
Lewat Edukasi kepada Ibu-Ibu PKK
Salah satu program yang mendapat sorotan dalam
pertemuan tersebut adalah sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang akan
menyasar ibu-ibu PKK. Program ini lahir dari keprihatinan terhadap dampak
pernikahan usia dini yang masih kerap terjadi di berbagai daerah. Melalui
sosialisasi ini, mahasiswa KKN berharap para orang tua di Desa Dendun dapat
lebih memahami risiko dan konsekuensinya, sehingga mereka mampu memberikan
edukasi serta pendampingan yang tepat bagi anak-anak mereka sejak dini.
Hadroh dan Maulidiba',
Merawat Seni dan Tradisi Keagamaan
Selain isu sosial, mahasiswa KKN juga memaparkan dua
program yang menyentuh sisi seni dan tradisi keagamaan warga. Pekan depan,
latihan hadroh akan mulai digelar bagi anak-anak Desa Dendun. Lebih dari
sekadar mengasah kemampuan seni islami, kegiatan ini diharapkan dapat
menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, dan kebersamaan di antara
anak-anak yang terlibat, dengan para mahasiswa berperan langsung sebagai
pendamping sekaligus pelatih.
Sementara itu, bagi ibu-ibu pengajian, telah disiapkan
pula pelatihan Maulidiba' yang bertujuan meningkatkan kemampuan membaca
Maulidiba' sekaligus mempererat ukhuwah melalui kegiatan keagamaan rutin di
desa. Dua program ini menjadi bukti bahwa mahasiswa KKN tidak hanya menyasar
satu kalangan, melainkan berusaha merangkul berbagai lapisan usia dan kebutuhan
masyarakat Desa Dendun.
Merajut Kolaborasi demi
Manfaat yang Nyata
Audiensi bersama Ketua BPD ini menjadi langkah
strategis bagi mahasiswa KKN untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang
baik dengan unsur pemerintahan desa. Dukungan dari berbagai pihak, khususnya
pemerintah desa, diyakini akan menjadi salah satu kunci keberhasilan seluruh
program kerja yang telah disusun, sehingga kehadiran mahasiswa KKN benar-benar
dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Dendun.
Pada akhirnya, harapan para mahasiswa cukup sederhana
namun bermakna: agar kehadiran mereka mampu mempermudah pelaksanaan latihan
hadroh dan kegiatan Maulidiba', sekaligus turut menghidupkan kembali suasana
kampung melalui berbagai kegiatan yang digagas selama masa pengabdian di Desa
Dendun.