Kunjungan ke Rumah Ketua Majelis Taklim, Memaparkan Program Kerja Keagamaan
Merajut Silaturahmi, Menumbuhkan Semangat Keagamaan di
Desa Dendun
Kisah Kunjungan Mahasiswa KKN kepada
Ketua Majelis Taklim
Sore itu, Sabtu (25/7/2026), suasana di kediaman Ibu
Masita, Ketua Majelis Taklim Desa Dendun, terasa lebih hangat dari biasanya.
Sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Dendun 2026 datang
bertandang, bukan sekadar untuk berkunjung, melainkan membawa niat yang lebih
besar: merajut kembali kedekatan dengan tokoh masyarakat sekaligus menyiapkan
langkah awal bagi program-program keagamaan yang telah mereka rancang. Turut
hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Bapak Suryadi,
yang menambah bobot kekeluargaan dalam pertemuan itu.
Ibu Masita menyambut kedatangan para mahasiswa dengan
keramahan khas warga desa. Obrolan pun mengalir santai, namun sarat makna. Di
sela-sela perbincangan itu, mahasiswa KKN mulai memaparkan satu per satu
program kerja yang mereka harapkan bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat,
khususnya dalam menumbuhkan semangat belajar dan menghidupkan kembali nuansa
keagamaan di tengah warga.
Melestarikan Tradisi
Lewat Pelatihan Maulidiba'
Salah satu gagasan yang mendapat perhatian khusus
adalah rencana pelatihan Maulidiba' yang akan menyasar ibu-ibu pengajian di
Desa Dendun. Program ini digagas bukan tanpa alasan: di balik lantunan yang
biasa terdengar dalam acara-acara keagamaan itu, tersimpan tradisi yang perlu
terus dijaga agar tidak lekang oleh waktu. Melalui pelatihan ini, mahasiswa KKN
berharap ibu-ibu pengajian dapat semakin fasih dan percaya diri melantunkan
Maulidiba' dengan baik dan benar, sekaligus menjadi generasi yang meneruskan
warisan keagamaan tersebut kepada anak cucu mereka kelak.
Menumbuhkan Bakat Seni
Islami Anak-Anak Melalui Hadroh
Selain menyasar kalangan ibu-ibu, perhatian mahasiswa
KKN juga tertuju pada generasi yang lebih muda. Pekan depan, latihan hadroh
rencananya akan mulai digelar khusus untuk anak-anak Desa Dendun. Program ini
dirancang sebagai ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan dan mengembangkan
bakat mereka di bidang seni islami. Para mahasiswa pun tidak hanya berperan
sebagai penggagas program, tetapi juga akan turun langsung mendampingi dan
memberikan pelatihan dasar, agar anak-anak dapat memainkan hadroh dengan baik sejak
awal.
Dukungan Tokoh
Masyarakat, Kunci Keberhasilan Program
Menyadari bahwa program sebaik apa pun akan sulit
berjalan tanpa dukungan masyarakat, mahasiswa KKN pun memohon restu, masukan,
dan dukungan dari Ibu Masita selaku tokoh yang dihormati di lingkungan Majelis
Taklim. Permohonan itu disambut baik. Ibu Masita menyatakan antusiasmenya
terhadap program-program yang dipaparkan dan berharap seluruh rangkaian
kegiatan dapat berjalan lancar serta membawa manfaat nyata, khususnya dalam
mempererat semangat kebersamaan warga dalam kegiatan keagamaan di Desa Dendun.
Menutup dengan Harapan
Bersama
Pertemuan sore itu bukan sekadar seremoni kunjungan
biasa. Ia menjadi titik awal dari kerja sama yang diharapkan terus terjalin
antara mahasiswa KKN dan Majelis Taklim Desa Dendun. Jika semua program yang
telah dirancang dapat terlaksana dengan baik, bukan tidak mungkin semangat baru
akan tumbuh di Desa Dendun: anak-anak yang semakin mencintai seni islami lewat
hadroh, dan ibu-ibu yang semakin fasih melantunkan Maulidiba' sebagai warisan
yang terus hidup dari generasi ke generasi.
(*)