Air Mata Perpisahan di TPQ Al-Himam: Malam Haru Bersama Mahasiswa KKN Teluk Sebong 13
Malam itu, Selasa menuju Rabu, 19 Agustus 2025, halaman Masjid Nurul Iman di Kampung Poyotomo terasa berbeda. Suasana yang biasanya dipenuhi tadarus dan canda anak-anak TPQ, kini berubah menjadi momen penuh haru. Mahasiswa KKN kelompok Teluk Sebong 13, yang selama 40 hari membersamai para santri TPQ Al-Himam, akhirnya harus berpamitan.
Acara perpisahan dimulai dengan pengumuman resmi: masa bakti KKN Teluk Sebong 13 telah usai. Kalimat singkat itu seketika membuat mata para santri berkaca-kaca. Anak-anak yang biasanya riang belajar huruf hijaiyah dan bacaan doa, malam itu harus menerima kenyataan bahwa guru-guru muda mereka akan segera kembali ke kampus.
Satu per satu mahasiswa KKN menyampaikan kesan, pesan, sekaligus nasehat. Suara mereka bergetar menahan haru, sambil mengingat kembali perjalanan selama mengajar. “Tetaplah semangat belajar Al-Qur’an, jangan pernah berhenti mengejar ilmu,” ujar salah seorang mahasiswa, yang langsung disambut anggukan penuh harap dari para santri.
Tak berhenti di situ, giliran para santri TPQ yang berbicara. Dengan suara polos namun menyentuh hati, mereka mengutarakan betapa bahagianya bisa diajar oleh kakak-kakak KKN. Ada yang malu-malu, ada pula yang menangis tersedu ketika menyampaikan ucapan terima kasih. Momen itu membuat suasana semakin syahdu, seolah malam ikut larut dalam kesedihan.
Di penghujung acara, para santri maju satu per satu untuk bersalaman dengan mahasiswa KKN. Tangan-tangan mungil mereka terulur, menggenggam erat tangan para kakak yang selama ini menjadi teladan. Beberapa santri tak kuasa menahan tangis, sementara mahasiswa KKN berusaha tersenyum meski mata mereka juga basah.
Perpisahan itu sederhana, namun begitu membekas. Lebih dari sekadar mengajar, mahasiswa KKN Teluk Sebong 13 telah meninggalkan jejak persaudaraan, semangat belajar, dan kenangan indah yang akan terus hidup di hati para santri TPQ Al-Himam.
Diunggah Oleh: Teluk Sebong 13