KKN Reguler 20251 Updated: 27 July 2025 Dilihat: 1448 kali

Dari Sampah menjadi Rupiah: Mahasiswa KKN Teluk Sebong 17 Gaungkan Edukasi Berbasis Aksi Lewat Sosialisasi Bank Sampah

Desa Sebong Pereh, 27 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN SAR Kepri 2025 Posko Teluk Sebong 17 sukses menyelenggarakan program kerja unggulan berupa Sosialisasi Bank Sampah dengan tema “Aksi Bijak: Transformasi Sampah Menjadi Nilai Rupiah”. Tak hanya Program kerja Unggulan, Mahasiswa KKN TS 17 juga menyisip program kerja lain dibidang edukasi digital dengan menampilkan sebuah Video Edukasi tentang Bank Sampah disela-sela Kegiatan.

Tekan link berikut untuk menonton video lengkapnya (Edukasi Bank Sampah)

Adapun kegiatan ini berlangsung di Gedung TPSQ (Taman Pendidikan Seni Al-Qur'an) Kampung Harapan, Gg. Kepiting RW 04 RT 04 yang juga menjadi posko tempat kediaman Mahasiswa KKN TS 17. Kegiatan ini dihadiri oleh tiap perwakilan dari masing-masing RT yang ada di RW 04. Tak hanya itu, dalam kegiatan yang diselenggarakan secara sederhana ini, sejumlah Mahasiswa KKN dari UMRAH datang berkunjung menyaksikan proses kegiatan sosialisasi dari awal hingga akhir. Adapun kegiatan ini juga dikunjungi oleh Mahasiswa KKN STAIN SAR yang ditempatkan di Desa Berakit yang kebetulan mampir dan menyempatkan diri untuk mengikuti dan menyemarakkan kegiatan Sosialisasi Bank Sampah ini.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN TS 17 menghadirkan dua narasumber utama dari Bank Sampah Induk Pensosmas, yaitu Bapak Miswanto selaku Direktur dan Ibu Harlynda Sulfyana selaku Manajer Keuangan. Kehadiran mereka membawa wawasan baru dan inspiratif bagi masyarakat dan anak-anak muda mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang tepat guna dan bernilai ekonomi.

Sosialisasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait konsep Bank Sampah sebagai solusi nyata dalam menghadapi persoalan lingkungan, sekaligus memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengumpulan dan pemilahan sampah anorganik yang dapat ditabung dan ditukar menjadi uang.

Dalam pemaparannya, Bapak Miswanto menjelaskan secara rinci tentang konsep 3R yakni  Reduce, Reuse, dan Recycle. 3 konsep ini adalah prinsip dasar dalam pengelolaan sampah yang bertujuan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Pak Miswanto sendiri dalam penjelasan materinya lebih menekankan pada konsep Reduce yang berarti mengurangi penghasilan sampah, salah satunya bisa dengan menggunakan produk yang dapat di isi ulang (Refill) seperti membawa Tumbler air ataupun keranjang belanjaan sendiri guna mengurangi penumpukan sampah plastik, selanjutnya ada konsep Reuse yang berarti menggunakan kembali barang yang telah dimanfaatkan dengan tidak merubah wujudnya namun hanya fungsinya seperti Ban mobil yang dimanfaatkan untuk membuat meja kecil, dan Recycle yang berarti mendaur ulang, seperti mendaur ulang sampah plastik menjadi Tas dan aksesoris lain. Pak Miswanto juga menyampaikan tentang bagaimana cara kerja Bank Sampah, mulai dari tahap pemilahan, pencatatan hingga proses penjualan sampah terpilah kepada mitra daur ulang. Beliau juga menjelaskan tentang pengolahan sampah organik dan anorganik. Dalam pemaparannya beliau menyampaikan 

"Sampah organik itu sampah yang mudah terurai yang berasal dari makhkuk hidup seperti hewan dan tumbuhan yang bisa diolah sebagai pupuk kompos, sampah inilah yg kalau kita biarkan maka akan berbau tidak sedap, berbeda dengan sampah anorganik yang tidak mudah terurai oleh alam dan juga tidak berbau. Contohnya seperti botol plastik ini yang apabila saya biarkan saja di rumah 50 tahun kemudian bahkan sampai cucu-cucu saya punya anak nanti, botol plastik ini masih tetap utuh toh, nah jadi inilah yang kita kumpulkan dan kita kemas untuk dimasukkan ke Bank Sampah". Ungkapnya.

Selain itu Pak Miswanto juga membawa serta alat-alat peraga seperti keranjang Bank Sampah sebagai tempat mengumpulkan sampah" anorganik, Pipa PVC yang sudah dilubangi untuk mengumpulkan sampah organik, botol plastik dan lain sebagainya untuk kemudian diperkenalkan  dan jadi bahan pembelajaran. Selanjutnya beliau juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta potensi jangka panjang dari kegiatan tersebut.

Sementara itu, Ibu Harlynda Sulfyana memaparkan tentang kisah inspiratif perjalanannya bersama pak Miswanto dalam mengembangkan Bank Sampah ini mulai dari edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah, masyarakat hingga kemudian mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Tahun 2023. Ibu Harlynda juga menyampaikan terkait administrasi dan sistem tabungan yang berlaku dalam operasional bank sampah. Dalam hal ini pula beliau menuturkan bahwa Bank Sampah Induk Pensosmas juga menjalin kerja sama dengan Pegadaian terkait dengan Tabungan Emas. Dengan demikian,  Bank Sampah dapat menjadi bagian dari sistem ekonomi sirkular yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan KKN yang bertujuan mendorong kesadaran ekologis masyarakat sekaligus pemberdayaan ekonomi.

Warga dan anak-anak muda yang hadir tampak antusias dan aktif bertanya selama sesi diskusi berlangsung. Beberapa bahkan menunjukkan minatnya pada bagaimana pengelolaan Bank Sampah ini bisa terealisasikan di Desa Sebong Pereh.


Kegiatan diakhiri dengan penyerahan cenderamata dan dokumentasi bersama narasumber. Mahasiswa KKN Teluk Sebong 17 berharap hasil dari sosialisasi ini menjadi langkah awal bagi warga dalam mengelola sampah secara cerdas dan mandiri, sehingga sampah tidak lagi menjadi masalah, melainkan peluang.

Diunggah Oleh: Teluk Sebong 17