KKN Reguler 20251 Updated: 13 July 2025 Dilihat: 125 kali

Bersama Menjaga Warisan Budaya: Mahasiswa KKN 21 Teluk Sebong dan WARLOK Penggiat Seni Desa Ekang Anculai dalam Harmoni Tradisi Lokal

Ekang Anculai, 13 Juli 2025  —  Mahasiswa KKN Teluk Sebong 21 mendapatkan sambutan hangat saat melakukan kunjungan dan sharing dengan salah satu warga lokal Desa Ekang Anculai, yang sebagian besar bersuku Jawa. Dalam pertemuan tersebut, salah satu penggiat seni, Bapak Sukanto yang merupakan dari komunitas budaya SMFKM memperkenalkan kebudayaan yang masih dipertahankan dan dikembangkan di desa Ekang Anculai Tepatnya di RW 002 Kp. Suko Harjo. Beliau menjelaskan sejarah seni “Reog Ponorogo” tersebut dan cara memainkannya dengan detail, memberikan gambaran yang menarik bagi pelajar. Dari sini, mahasiswa mendapatkan inspirasi untuk juga memperkenalkan budaya Melayu, yang menjadi prinsip kampus STAIN SAR dan bagian penting dari identitas budaya di tanah Melayu.

Selain belajar tentang kebudayaan lokal, mahasiswa, khususnya Kelompok KKN 21 Teluk Sebong juga menyadari pentingnya menghargai keberagaman suku dan tradisi di wilayah tempat mereka datangi. Sebagai tamu atau pendatang, tentunya berkomitmen untuk menghormati adat dan nilai-nilai yang berlaku, sekaligus melihat potensi warga sekitar yang bisa dikembangkan. Pendekatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, serta membuka ruang bagi pengembangan budaya secara bersama-sama.

Dalam perbincangan ini juga, seorang ibu warga lokal yang kebetulan merupakan istri dari penggiat seni "Reog Ponorogo" Bapak Sukanto, yang sering di sapa Ibu Samini menyampaikan kegembiraannya atas kunjungan siswa. “Kami senang dengan kunjungan adik-adik sekalian. Biasanya pendatang seperti turis hanya datang untuk berfoto, dan juga kalau komunitas yang ikut menyaksikan bisa sampai 50-60 orang. Warga lokal biasanya hadir sekitar 20-30 orang,” ujarnya. Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam menjaga dan melestarikan budaya mereka, terutama ketika ada perhatian dari generasi muda.

Dalam perbincangan, Bapak Sukanto juga sempat menjelaskan bahwa budaya tersebut tidak hanya hidup di desa, tetapi juga sering ditampilkan dalam beberapa kegiatan di Bintan dan Tanjungpinang. Hal ini menunjukkan bagaimana seni tradisional mereka terus berkembang dan dikenal secara luas, baik di tingkat lokal maupun regional. mahasiswa KKN 21 Teluk Sebong melihat peluang untuk belajar dari cara komunitas ini menjaga dan mengembangkan budaya mereka agar bisa diterapkan dalam memperkenalkan budaya Melayu yang juga kaya dan beragam. 

Sementara itu, bapak Sukanto yang merupkan penggiat seni budaya setempat juga sempat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap generasi sekarang. “Saya melihat sekarang anak-anak sudah mulai tidak melek lagi terhadap budaya mereka sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan meneruskan budaya tersebut,” tuturnya. Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi mahasiswa KKN Khusus Kelompok 21 Teluk Sebong untuk tidak hanya belajar, tetapi juga aktif berperan dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal demi menginginkan identitas desa.

Diunggah Oleh: Teluk Sebong 21