Dari Dunia Perhotelan Ke Pelukan Alam: Mahasiswa KKN Teluk Sebong 17 Temukan Inspirasi dari Role Model UMKM Ramah Lingkungan
Desa Sebong Pereh, 12 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari STAIN Kepri melaksanakan kunjungan inspiratif ke salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan di Kabupaten Bintan, yakni Kedai Y&I Cafe Taman. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Bapak Suyudi Riyantoyo, mantan General Manager yang telah berkiprah selama 24 tahun di dunia perhotelan. Kini beliau menjadi pemilik kedai sekaligus aktivis lingkungan yang dikenal luas, bahkan memiliki jejaring hingga ke luar negeri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tematik KKN yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat berbasis nilai keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan. Mahasiswa disambut hangat oleh Bapak Suyudi yang membagikan pengalaman hidup dan prinsip-prinsipnya dalam membangun usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, namun juga memberikan kontribusi terhadap keberlangsungan alam.
Kedai Y&I mengusung konsep eco-café yang kental dengan nuansa alam, di mana elemen kayu, tanaman hijau, serta dekorasi berbahan daur ulang berpadu menciptakan suasana yang menenangkan dan edukatif. Di beberapa sudut tertempel pesan moral seperti “Terima kasih karena peduli kebersihan” — sebuah ajakan sederhana namun sarat makna untuk menumbuhkan budaya menjaga lingkungan.
Dalam wawancara bersama mahasiswa, Pak Suyudi menyampaikan makna filosofis dari tanaman Hanjuang yang banyak ditanam di area cafe-nya.
“Tanaman Hanjuang ini bisa hidup di mana saja — di tanah kering, lembab, bahkan di pot kecil yang sempit. Tapi dia tetap tumbuh tegak, warna daunnya tetap indah. Bagi saya, ini simbol dari manusia yang mampu beradaptasi, tetap tumbuh dengan prinsip, dan mempercantik lingkungan di manapun dia berada,” ungkap Pak Suyudi dengan penuh semangat.
Filosofi ini menurut beliau menjadi cerminan semangat UMKM: tidak harus besar untuk bisa berdampak, tapi harus punya akar nilai dan daya tahan dalam segala situasi.
Dalam diskusi, beliau juga mengajak para mahasiswa untuk lebih peduli terhadap dunia wirausaha lokal. “Banyak UMKM, namun masih banyak yang tidak formil, hanya bersifat spontanitas, tidak berizin, dan masih bersifat tradisional serta kekeluargaan,” ujarnya. Hal ini menjadi bahan refleksi penting bagi para mahasiswa dalam melihat tantangan nyata di lapangan serta pentingnya inovasi, legalitas, dan profesionalisme dalam membangun UMKM masa depan.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi dokumentasi bersama di depan kedai sebagai simbol sinergi antara generasi muda dan pelaku usaha lokal dalam membangun desa yang berkelanjutan, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai kearifan lokal.
Diunggah Oleh: Teluk Sebong 17