KKN Reguler 20251 Updated: 31 July 2025 Dilihat: 496 kali

Ecoprint Ramah Lingkungan: Dari Alam untuk Ilmu dan Kreasi Anak Negeri

Teluk Sebong, 31 Juli 2025 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN SAR Kepri Kelompok 22 Teluk Sebong melaksanakan kegiatan kreatif dan edukatif bersama siswa-siswi di SD Negeri 004 Teluk Sebong, Desa Ekang Anculai pada Kamis (31/07). 

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Proker LISA (Lihat Sampah Ambil) dengan Tema Sosialisasi “Cintai Lingkungan Kita”, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan rasa cinta terhadap alam sejak usia dini.

Setelah sesi sosialisasi, para siswa/i langsung diajak untuk menanamkan Ecoprint, sebuah metode pewarnaan tekstil modern yang ramah lingkungan. Ecoprint adalah teknik yang memanfaatkan bahan-bahan alami dari lingkungan, seperti daun, bunga, batang, dan akar tumbuhan, untuk mencetak desain pada kain tanpa menimbulkan limbah berbahaya.

Metode ini muncul pertama kali di abad ke-20 dan hingga sekarang tetap menjadi pilihan kreatif yang menyatukan elemen seni, pendidikan, serta kesinambungan lingkungan. Mahasiswa KKN memperkenalkan ecoprint sebagai metode inovatif dalam memanfaatkan tanaman sekitar, tidak hanya sebagai pupuk atau konsumsi, tetapi juga sebagai peluang bisnis yang memiliki nilai seni dan ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, siswa dan siswa mempersiapkan peralatan serta materi yang mudah, seperti:
  • Totebag polos sebagai media utama.
  • Plastik transparan (plastik gula) sebagai alas.
  • Daun yang mengandung getah (seperti daun pepaya, ubi, dan bunga hias).
  • Bedak MBK untuk tahap fixasi.
  • Baskom yang berisi air dicampur MBK, berfungsi sebagai media perendaman totebag.
  • Kayu kecil digunakan sebagai palu untuk memukul dan menempelkan desain daun ke totebag.
Proses dimulai dengan merendamkan totebag ke dalam air MBK selama 3 menit. Setelah itu, totebag dikeringkan di bawah sinar matahari. Ketika totebag mulai kering, anak-anak diajak untuk menempelkan daun-daunan yang mereka pilih, memukulnya dengan kayu agar motif yang tertinggal di kain, dan pada akhirnya membentuk desain alami yang unik dan menarik.

Anak-anak tampak sangat bersemangat dan energik sepanjang proses berlangsung. Mereka menampilkan rasa kagum ketika melihat dedauan yang berubah menjadi pola pada kain. Tidak hanya mempelajari seni, aktivitas ini juga mengembangkan kreativitas, keberanian untuk mencoba hal-hal baru, serta kecintaan terhadap lingkungan.

Lebih dari sekadar kegiatan seni, ecoprint dapat menjadi modal keterampilan di masa depan. Metode ini memiliki peluang sebagai sumber UMKM ramah lingkungan yang berkelanjutan, karena memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar, tanpa memerlukan modal besar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dan siswi tidak hanya membawa pulang totebag bermotif daun, tetapi juga membawa semangat baru dalam memandang alam sebagai sumber inspirasi dan peluang berwirausaha yang berkelanjutan.
Diunggah Oleh: Teluk Sebong 22