KKN Reguler 20251 Updated: 02 August 2025 Dilihat: 838 kali

IKAN TAMBAN: DARI LAUT KE MEJA MAKAN, CERITA DI BALIK PRODUKSI UNGGULAN DUSUN 2 TANJUNG KERAMAT

Oleh: Mahasiswa KKN Pangkil

Pangkil, 2 Agustus 2025 - Ikan tamban, yang dijuluki "emas laut" oleh sebagian warga, menjadi komoditas andalan di Dusun 2 Tanjung Keramat, Desa Pangkil. Potensi bahari ini terlihat dari aktivitas produksi ikan tamban yang tak pernah sepi. Untuk mengetahui lebih dekat bagaimana ikan tamban diolah, tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan observasi langsung ke tempat produksi milik warga.

Observasi ini bertujuan untuk memahami alur produksi, mulai dari penangkapan hingga pemasaran. Ikan tamban yang berukuran kecil namun kaya gizi ini diolah menjadi berbagai produk, seperti ikan asin, ikan salai (asap), hingga kerupuk ikan.

Di lokasi, terlihat para ibu-ibu dengan cekatan membersihkan, menggarami, dan menjemur ikan. Proses penjemuran ini menjadi kunci kualitas ikan asin tamban. "Kami harus memastikan ikan benar-benar kering agar awet dan rasanya gurih," ujar salah satu pengolah ikan, Ibu Ida.

Selain itu, ada juga pengolahan ikan tamban dengan cara diasap. Ikan tamban ditata di atas rak-rak bambu, lalu diasapi di atas tungku dengan bara tempurung kelapa. Proses ini memberikan aroma khas yang sangat digemari.

Para mahasiswa KKN tidak hanya mengamati, tetapi juga berinteraksi dengan para pelaku usaha. Mereka berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi, seperti fluktuasi harga, cuaca, dan modal. "Kami berharap dapat membantu warga dalam hal pemasaran produk, mungkin dengan memanfaatkan media sosial atau kemasan yang lebih menarik," tutur Ode, Koordinator KKN.

Hasil observasi ini akan menjadi bahan bagi program kerja KKN selanjutnya, dengan fokus pada pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Pangkil. Harapannya, inovasi dan pendampingan yang diberikan bisa meningkatkan nilai jual ikan tamban dan kesejahteraan masyarakat Dusun 2 Tanjung Keramat. 

Diunggah Oleh: Pangkil