KKN Kolaborasi 20251 Updated: 25 July 2025 Dilihat: 97 kali

Jumat Bersih bersama Eco Enzyme, Memang Bisa?

Musalla Mbah Eblek, Kedondong 1- Keberlanjutan tema ekoteologi yang menjadi pembahasan utama pada KKN Nusantara 2025 yang telah ditentukan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu harmonisasi hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Kondisi alam Padukuhan Kedondong 1 masih sangat asri dengan berbagai macam tumbuhan yang menghiasi. Sampah organik yang berasal dari dapur maupun dedaunan kering pengolahannya masih belum optimal. Ketika kami berjalan pagi menapaki jalan dukuh, kami pasti mendapati warga yang menyapu dedaunan kering. Awalnya kami penasaran akan berkahir di mana dedaunan kering yang disapu ini? Sebab tempat sampah tidak terpampang di sepanjang jalan ataupun beberapa titik lokasi. Berjalannya waktu pertanyaan tersebut terjawab, sampah dedaunan tersebut ada yang dibakar atau sekadar ditepikan di tepi jalan. Permasalahan sampah dapur pun masih menjadi masalah yang serius. Padahal sampah sayur dan buah bisa diubah menjadi cairan ajaib bernama eco enzyme.

Sabtu sebelumnya kami sudah mengikuti pelatihan pembuatan eco enzyme dari pakarnya, Bu Atiek. Beliau yang memperkenalkan dan menyadarkan kami akan pentingnya menjaga alam. “Mengolah sampah” suatu kalimat yang sudah biasa menjadi pembahasan masyarakat dan pemerintah, kita seakan sudah ‘jenuh’ menggunakan kata ini sebab dalam pelaksanaannya jauh dari yang dinstruksikan. Sampah organik dan non organik seharusnya dipisahkan apalagi sampah plastik bisa didaur ulang kembali. Faktanya, 60% sampah di tempat pembuangan akhir berupa sampah dapur.

Sedari pagi kami sudah mulai membersihkan musala, hawa dingin tak menyurutkan semangat kami untuk menjalankan program kerja ini. Bermodalkan peralatan tempur kebersihan seperti sapu ijuk, pel, sapu lidi, ember, dan sikat kamar mandi kami segera mengeksekusi hal-hal yang kotor. Sapu ijuk menjadi hal yang unik untukku, sebab berbeda dengan Kepri yang menggunakan sapu plastik dengan pegangan yang cukup panjang sedangkan di sini menggunakan sapu ijuk dengan pegangan yang pendek. Perlu adaptasi hingga bisa menyapu dengan bersih.

Kami hari ini melakukan dua kegiatan dalam satu waktu yaitu Jumat bersih dan pembuktian ajaibnya eco enzyme. Jumat bersih kami fokuskan ke rumah ibadah yang ada di Kedondong 1, hari ini jadwalnya kami membersihkan di Musala Mbah Eblek. Kami berkolaborasi dengan eco enzyme untuk membersihkan kamar mandi, lantai, udara, dan sekitaran musala. Eco enzyme digaransikan memang bisa membersihkan apapun asal jangan dikonsumsi untuk keperluan perut. Takaran satu ml eco enzyme disandingkan dengan seember air. Namun, jika untuk membersihkan kamar mandi pakai cairan murni tanpa tambahan apapun. Kemudian, membersihkan udara di musala kami menyemprotkan ke beberapa bagian ruangan. 

Diunggah Oleh: Lulu Khairunnisa