Jumat Bersih bersama Eco Enzyme, Memang Bisa?
Musalla
Mbah Eblek, Kedondong 1- Keberlanjutan tema ekoteologi yang
menjadi pembahasan utama pada KKN Nusantara 2025 yang telah ditentukan oleh UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu harmonisasi hubungan antara manusia, alam, dan
Tuhan. Kondisi alam Padukuhan Kedondong 1 masih sangat asri dengan berbagai
macam tumbuhan yang menghiasi. Sampah organik yang berasal dari dapur maupun
dedaunan kering pengolahannya masih belum optimal. Ketika kami berjalan pagi
menapaki jalan dukuh, kami pasti mendapati warga yang menyapu dedaunan kering.
Awalnya kami penasaran akan berkahir di mana dedaunan kering yang disapu ini?
Sebab tempat sampah tidak terpampang di sepanjang jalan ataupun beberapa titik
lokasi. Berjalannya waktu pertanyaan tersebut terjawab, sampah dedaunan
tersebut ada yang dibakar atau sekadar ditepikan di tepi jalan. Permasalahan
sampah dapur pun masih menjadi masalah yang serius. Padahal sampah sayur dan
buah bisa diubah menjadi cairan ajaib bernama eco enzyme.
Sabtu sebelumnya kami sudah
mengikuti pelatihan pembuatan eco enzyme
dari pakarnya, Bu Atiek. Beliau yang memperkenalkan dan menyadarkan kami akan
pentingnya menjaga alam. “Mengolah sampah” suatu kalimat yang sudah biasa
menjadi pembahasan masyarakat dan pemerintah, kita seakan sudah ‘jenuh’
menggunakan kata ini sebab dalam pelaksanaannya jauh dari yang dinstruksikan. Sampah
organik dan non organik seharusnya dipisahkan apalagi sampah plastik bisa
didaur ulang kembali. Faktanya, 60% sampah di tempat pembuangan akhir berupa
sampah dapur.
Sedari pagi kami sudah
mulai membersihkan musala, hawa dingin tak menyurutkan semangat kami untuk
menjalankan program kerja ini. Bermodalkan peralatan tempur kebersihan seperti
sapu ijuk, pel, sapu lidi, ember, dan sikat kamar mandi kami segera
mengeksekusi hal-hal yang kotor. Sapu ijuk menjadi hal yang unik untukku, sebab
berbeda dengan Kepri yang menggunakan sapu plastik dengan pegangan yang cukup
panjang sedangkan di sini menggunakan sapu ijuk dengan pegangan yang pendek.
Perlu adaptasi hingga bisa menyapu dengan bersih.
Kami hari ini melakukan
dua kegiatan dalam satu waktu yaitu Jumat bersih dan pembuktian ajaibnya eco enzyme. Jumat bersih kami fokuskan
ke rumah ibadah yang ada di Kedondong 1, hari ini jadwalnya kami membersihkan
di Musala Mbah Eblek. Kami berkolaborasi dengan eco enzyme untuk membersihkan kamar mandi, lantai, udara, dan
sekitaran musala. Eco enzyme
digaransikan memang bisa membersihkan apapun asal jangan dikonsumsi untuk
keperluan perut. Takaran satu ml eco
enzyme disandingkan dengan seember air. Namun, jika untuk membersihkan
kamar mandi pakai cairan murni tanpa tambahan apapun. Kemudian, membersihkan
udara di musala kami menyemprotkan ke beberapa bagian ruangan.