KKN Reguler 20251 Updated: 15 July 2025 Dilihat: 238 kali

Kembali Selam Sejarah Dua Desa, Kelompok 15 Desa Sebong Pereh Datangi Tokoh Masyarakat Lainnya

Selasa, 15 Juli 2025. Kelompok 15 desa Sebong Pereh bersama bpk Junaidi selaku RW 001 kembali menyelami sejarah desa Sebong Pereh melalui wawancara dengan salah satu tokoh masyarakat yang juga keturunan darah biru daei kerajaan Siak, bpk Muhammad Yusuf Padang, atau akrab disapa Usup. 

Beliau merupakan sumber informasi yang diakui masyarakat setempat karena beliau hapal silsilah keluarga raja, sampai batin-batin dari awal hingga akhir. Beliau memulai perjalanan panjang dua desa yang menjadi satu ini dengan beragam cerita turun temurun dari bapak dan datuk beliau, "sebong itu dulu tempat singgah suku nomaden melayu laut, dan menjadi sebuah kampung yang terbilang cukup baru waktu itu. Sedangkan Pereh, itu sudah menjadi kampung sejak tahun 1722, di masa Portugis, Belanda, segala macam, sampai pendudukan Jepang, lanjut ke Belanda muda, hingga Indonesia merdeka, Pereh telah duluan menjadi pemukiman melayu asli. Barulah setelah merdeka, Sebong dan Pereh dijadikan satu," cerita pak Usup.

Setelah sebelumnya menelurusi sejarah melalui H Mansah, penjelasan dari pak Usup begitu detail hingga ke silsilahnya sangat lengkap, bahkan beliau mempunyai bukti berupa tulisan peninggalan lama. 

Kami berusaha mengumpulkan segala bentuk data terlebih dahulu, sebelum memulai penulisan, karena seperti kata pak RT 004, yang kebetulan namanya juga Yusuf, "kalian harus super hati-hati, salah sedikit penulisan sejarah ini, bakal menimbulkan keraguan dan bahkan perpecahan antara warga yang berbeda pendapat. Saran saya, gali lagi dari 3-5 narasumber, kemudian bandingkan semuanya," ujar pak Yusuf RT 004.

Kami mengenal pasti bagaimana baik buruknya program kerja penulisan sejarah ini, kami akan melakukan penelitian lebih lanjut dan mewawancarai narasumber lain hingga data-data menjadi valid.

Diunggah Oleh: Teluk Sebong 15