KKN Reguler 20251 Updated: 10 July 2025 Dilihat: 139 kali

KKN Teluk Sebong 25 Telusuri Nilai Budaya dalam Rumah Adat Nek Teng

Berakit, 10 Juli 2025 – Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi bangunan, sebuah rumah adat bersejarah di Desa Berakit masih berdiri teguh dengan keanggunannya yang khas. Rumah ini merupakan peninggalan leluhur yang dibangun pada tahun 1906, dan kini telah mencapai usia 119 tahun. ‎Rumah tersebut kini dimiliki oleh Nek Imah, sosok yang akrab disapa “Nek Teng” oleh warga sekitar. Beliau adalah generasi keempat dari keluarga ahli waris yang menjaga dan merawat rumah adat tersebut hingga kini. Meskipun dua dari tiga rumah adat yang dahulu ada telah dijual, rumah milik Nek Teng menjadi satu-satunya yang tersisa—menjadi simbol keteguhan dan kekayaan budaya yang tetap dipertahankan.
‎‎Menurut penuturan Nek Teng, rumah adat ini dibangun dari bahan-bahan alami yang berkualitas tinggi, seperti kayu kapur dan kayu merbau. Kedua jenis kayu ini dikenal memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap cuaca dan waktu, sehingga tak mengherankan jika rumah ini tetap kokoh meski telah berusia lebih dari satu abad.‎‎
"Dulu‎,– Di tengah perkembangan zaman dan modernisasi bangunan, sebuah rumah adat bersejarah di Desa Berakit masih berdiri teguh dengan keanggunannya yang khas. Rumah ini merupakan peninggalan leluhur yang dibangun pada tahun 1906, dan kini telah mencapai usia 119 tahun."

‎Rumah tersebut kini dimiliki oleh Nek Imah, sosok yang akrab disapa “Nek Teng” oleh warga sekitar. Beliau adalah generasi keempat dari keluarga ahli waris yang menjaga dan merawat rumah adat tersebut hingga kini. Meskipun dua dari tiga rumah adat yang dahulu ada telah dijual, rumah milik Nek Teng menjadi satu-satunya yang tersisa—menjadi simbol keteguhan dan kekayaan budaya yang tetap dipertahankan.
‎Menurut penuturan Nek Teng, rumah adat ini dibangun dari bahan-bahan alami yang berkualitas tinggi, seperti kayu kapur dan kayu merbau. Kedua jenis kayu ini dikenal memiliki daya tahan yang luar biasa terhadap cuaca dan waktu, sehingga tak mengherankan jika rumah ini tetap kokoh meski telah berusia lebih dari satu abad.
‎“Dulu rumah ini dibuat bertiga, tapi sekarang tinggal satu saja. Alhamdulillah masih bisa saya rawat. Ini warisan dari orang tua kami, dan kami ingin terus melestarikannya,” ujar Nek Teng sambil tersenyum.
‎Rumah adat ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah keluarga dan masyarakat sekitar. Gaya arsitekturnya yang khas menunjukkan identitas budaya lokal yang kuat, mulai dari bentuk bangunan panggung hingga ukiran kayu yang menghiasi bagian dalam rumah.
‎Kini, rumah Nek Teng menjadi perhatian warga dan para pegiat budaya yang ingin mengenal lebih dekat warisan leluhur di Desa Berakit. Banyak pihak berharap rumah ini dapat dijaga dan mungkin dijadikan sebagai situs budaya agar generasi muda tetap bisa menyaksikan dan mempelajari nilai-nilai sejarah dan arsitektur tradisional yang terkandung di dalamnya.

‎Di tengah laju pembangunan modern, rumah adat milik Nek Teng menjadi pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya dan sejarah, sebagai warisan tak ternilai dari generasi ke generasi. rumah ini dibuat bertiga, tapi sekarang tinggal satu saja. Alhamdulillah masih bisa saya rawat. Ini warisan dari orang tua kami, dan kami ingin terus melestarikannya,” ujar Nek Teng sambil tersenyum. ‎Rumah adat ini tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah keluarga dan masyarakat sekitar. Gaya arsitekturnya yang khas menunjukkan identitas budaya lokal yang kuat, mulai dari bentuk bangunan panggung hingga ukiran kayu yang menghiasi bagian dalam rumah.
‎Kini, rumah Nek Teng menjadi perhatian warga dan para pegiat budaya yang ingin mengenal lebih dekat warisan leluhur di Desa Berakit. Banyak pihak berharap rumah ini dapat dijaga dan mungkin dijadikan sebagai situs budaya agar generasi muda tetap bisa menyaksikan dan mempelajari nilai-nilai sejarah dan arsitektur tradisional yang terkandung di dalamnya.
‎Di tengah laju pembangunan modern, rumah adat milik Nek Teng menjadi pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya dan sejarah, sebagai warisan tak ternilai dari generasi ke generasi.

Diunggah Oleh: Teluk Sebong 25