Kue Manis, Tawa Lebih Manis: Kejutan Akamsi untuk KKN TS 13
Siang itu, Kamis, 21 Agustus, suasana posko KKN TS 13 di Kampung Poyotomo mendadak berubah hangat dan penuh canda. Sejumlah anak-anak kampung yang akrab disapa *akamsi* (anak kampung sini) datang berbondong-bondong dengan wajah ceria. Di tangan mungil mereka, tersimpan kejutan sederhana namun penuh makna: sebuah kue hasil tabungan mereka sendiri.
Kue itu bukan sekadar makanan, melainkan simbol kasih sayang dan rasa terima kasih mereka kepada para mahasiswa KKN yang selama 40 hari telah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Dengan penuh semangat, anak-anak itu ingin memberikan kenangan indah sebelum perpisahan tiba.
Namun, alih-alih suasana haru, siang itu justru pecah oleh gelak tawa. Bagaimana tidak? Satu per satu anak-anak dengan polos menyuapkan potongan kue ke mulut para mahasiswa KKN. Reaksi malu-malu dari para mahasiswa justru membuat momen tersebut semakin lucu dan mengundang tawa riang di antara mereka. Kue manis itu terasa semakin nikmat karena dibumbui dengan kebahagiaan bersama.
Setelah potongan demi potongan kue habis, suasana dilanjutkan dengan obrolan santai. Para mahasiswa KKN berbagi cerita, mendengarkan canda, dan menyambut celoteh khas anak-anak yang seolah enggan mengakhiri siang itu. Sebelum berpisah, mereka berfoto bersama, mengabadikan momen kebersamaan yang sederhana, tulus, dan penuh kehangatan.
Perpisahan memang tak bisa dihindari, tapi siang itu membuktikan satu hal: kenangan manis tak selalu datang dari hal besar, melainkan dari tawa dan ketulusan sederhana. Akamsi Poyotomo telah menunjukkan bahwa kasih sayang bisa diwujudkan lewat cara sekecil sekalipun—bahkan hanya dari sebuah kue yang terasa begitu manis dalam ingatan.
Diunggah Oleh: Teluk Sebong 13