KKN Reguler 20251 Updated: 21 July 2025 Dilihat: 153 kali

Kunjungan Inspiratif ke Rumah Pengrajin Gelang di Kampung Panglong

Kampung Panglong, 21 Juli 2025, sebuah desa kecil yang terletak di sudut yang tenang, menyimpan segudang potensi budaya dan kearifan lokal yang belum banyak diketahui orang. Salah satu permatanya adalah rumah Bu Ana, seorang pengrajin gelang tradisional yang telah menekuni kerajinan ini selama puluhan tahun. Tim KKN Teluk Sebong 25 mendapatkan kesempatan langka untuk berkunjung langsung ke rumah beliau dan menyaksikan sendiri proses pembuatan gelang yang menjadi ciri khas kampung ini.

‎Bu Ana bukan sekadar pengrajin biasa. Ia adalah penjaga tradisi. Dengan tangan terampil dan semangat pantang menyerah, beliau telah memproduksi ratusan gelang yang unik dan bernilai seni tinggi. Dalam balutan rumah sederhana bercat pudar, Bu Ana menyambut kami dengan senyum hangat dan langsung memperkenalkan alat-alat kerja yang telah menemaninya selama bertahun-tahun.

‎“Kami membuat gelang ini dari bahan alami seperti bambu dan rotan. Semua dilakukan manual, dari memotong, membentuk, hingga memberi motif,” ujar Bu Ana sambil memperlihatkan seutas gelang setengah jadi.

‎Salah satu momen paling berkesan dalam kunjungan ini adalah ketika kami melihat langsung proses pembuatan gelang. Tahap demi tahap dikerjakan dengan penuh ketelitian: mulai dari pemilihan bahan, pembentukan dasar gelang, hingga ukiran halus yang menjadi ciri khas produk Bu Ana. ‎Para mahasiswa yang ikut dalam kunjungan ini juga diberi kesempatan untuk mencoba membuat gelang sendiri. Tak mudah, tapi penuh pengalaman yang menyenangkan.

‎Lebih dari sekadar melihat proses, kami belajar makna di balik kerajinan ini. Bu Ana menanamkan nilai ketekunan, kesabaran, dan rasa cinta terhadap budaya lokal. Bagi beliau, membuat gelang bukan hanya soal ekonomi, tapi juga cara menjaga identitas kampung.

‎Di akhir kunjungan, kami berfoto bersama di depan rumah Bu Ana. Wajah-wajah penuh senyum dan semangat terpancar dari para mahasiswa dan keluarga Bu Ana. Simbol segitiga yang kami bentuk dengan tangan bukan hanya simbol kebersamaan, tapi juga bentuk apresiasi atas ilmu dan semangat yang kami terima hari itu.

‎Kunjungan ini membuka mata kami bahwa di balik desa kecil seperti Panglong, tersimpan kekayaan budaya dan semangat luar biasa. Bu Ana dan gelang buatannya adalah contoh nyata bahwa warisan tradisi bisa tetap hidup jika dijaga dengan cinta. Semoga kunjungan ini tidak hanya menjadi cerita, tetapi juga inspirasi untuk lebih menghargai kerajinan lokal dan mendukung para pengrajin di seluruh pelosok negeri.

Diunggah Oleh: Teluk Sebong 25