KKN Reguler 20251 Updated: 12 July 2025 Dilihat: 162 kali

"Maghrib Bersama Huruf Hijaiyah: Mahasiswa STAIN SAR Menyemai Akhlak Sejak Dini"

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terjadi pada tanggal 12-Juli-2025 yang dilakukan pada hari jum'at merupakan salah satu wujud nyata dari pelaksanaan KKN (kuliah kerja nyata ), yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam konteks ini, siswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN SAR) berinisiatif untuk terjun langsung ke masyarakat melalui program mengajar ngaji di Kampung Poyotomo Desa Sri Bintan, Kecamatan Teluksebong. Kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana implementasi ilmu keislaman yang telah dipelajari di bangku kuliah, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembinaan generasi muda di daerah.

Kampung SriBintan dikenal sebagai salah satu daerah dengan semangat keagamaan yang masih kental, namun masih terbatas dalam hal ketersediaan tenaga pengajar agama, khususnya dalam hal membaca Al-Qur'an. Oleh karena itu, kehadiran mahasiswa STAIN SAR menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam tahap belajar mengenal huruf hijaiyah dan tata cara membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar. Program ini disambut dengan antusias oleh warga kampung, yang juga mendukung baik secara moral maupun materiil.

Dalam kegiatan mengajar ngaji ini, siswa mengikuti pengajaran di TPQ yang terletak di masjid nurul iman dan ikut bergabung dalam pengajaran yang di bantu juga dengan para pengajar di TPQ tersebut, tidak hanya fokus pada aspek teknis membaca Al-Qur'an, tetapi juga menyelipkan nilai-nilai akhlak, etika pergaulan, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak-anak, mulai dari pendekatan belajar sambil bermain, hafalan surat pendek, hingga pembiasaan adab dalam belajar agama. Kegiatan ini dilakukan secara rutin setiap maghrib dari hari senin hingga hari jum'at di masjid atau di TPQ yang disediakan .

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para pelajar. Mereka belajar bagaimana berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, menghadapi tantangan di lapangan, serta mengasah kemampuan pedagogik dan komunikasi yang sangat penting untuk bekal di masa depan sebagai calon pendidik atau dai. Tidak sedikit dari mereka yang merasa bahwa pengalaman ini membentuk kedewasaan spiritual dan sosial yang tidak mereka dapatkan sepenuhnya di dalam kelas.

Diunggah Oleh: Teluk Sebong 13