KKN Kolaborasi 20251 Updated: 23 July 2025 Dilihat: 83 kali

Magrib Mengaji Bertransformasi Jadi Palet Warna di TPA Muhammadiyah Menjadi Semangat dan Kesenangan Bagi Santri TPA

Magrib Mengaji Bertransformasi Jadi Palet Warna di TPA Muhammadiyah

Suasana berbeda tampak di halaman Masjid Muhammadiyah pada Rabu petang, 23 Juli 2025. Alunan merdu ayat suci Al-Qur'an yang biasanya mendominasi kegiatan Magrib Mengaji, kali ini berpadu dengan riuh rendah suara kuas bergesekan dengan kertas dan celoteh ceria anak-anak. Sebuah inovasi menarik tengah diterapkan di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Muhammadiyah, menggabungkan kegiatan rutin mengaji dengan sesi melukis yang kreatif. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk tidak hanya menanamkan kecintaan pada Al-Qur'an, tetapi juga untuk mengembangkan jiwa kreasi dan imajinasi para santri sejak usia dini.

Pemandangan halaman masjid yang biasanya hanya terisi oleh barisan anak-anak yang duduk rapi dengan kitab di tangan, kini dihiasi dengan bentangan kertas gambar dan palet warna yang beragam. Keceriaan terpancar dari wajah para santri yang begitu antusias menuangkan ide dan gagasan mereka ke dalam bentuk lukisan. Tema yang diangkat pun beragam, mulai dari pemandangan alam, tokoh kartun favorit, hingga imajinasi abstrak yang mewarnai benak polos mereka. Kegiatan melukis ini direncanakan akan menjadi agenda rutin mingguan, hadir setiap satu pekan sekali sebagai selingan yang menyegarkan di tengah rutinitas belajar mengaji.

Sosok Azizah, seorang delegasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, menjadi motor penggerak dalam sesi melukis ini. Dengan penuh semangat dan kelembutan, ia membimbing langkah demi langkah para santri dalam menggoreskan kuas dan memadukan warna. Azizah mengaku sangat senang dan bahagia bisa menjadi bagian dari kegiatan yang unik ini. Baginya, melihat antusiasme dan semangat belajar yang tinggi dari para santri Muhammadiyah menjadi energi baru. "Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk berbagi ilmu, tidak hanya tentang agama melalui mengaji, tetapi juga mengembangkan potensi seni yang ada dalam diri anak-anak," ujarnya dengan senyum merekah.

Kolaborasi antara kegiatan mengaji dan melukis ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi perkembangan para santri. Tidak hanya memperkuat pemahaman mereka tentang ajaran Islam, tetapi juga mengasah kemampuan motorik halus, meningkatkan daya imajinasi, dan menumbuhkan apresiasi terhadap seni. Kombinasi ini menjadi bukti bahwa belajar agama dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan tidak monoton, sehingga mampu menarik minat dan mempertahankan semangat belajar anak-anak.

Inisiatif kreatif yang diterapkan di TPA Muhammadiyah ini patut diacungi jempol. Menggabungkan dua kegiatan yang berbeda namun saling melengkapi, memberikan warna baru dalam metode pembelajaran bagi generasi penerus bangsa. Semangat para santri yang berpadu dengan dedikasi para pengajar seperti Azizah, menjadi cerminan harapan akan lahirnya generasi Qur'ani yang juga memiliki kepekaan seni dan kreativitas yang tinggi. Kegiatan "Magrib Mengaji Sambil Melukis" ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi TPA maupun lembaga pendidikan lainnya untuk terus berinovasi dalam menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan efektif bagi anak-anak.

Diunggah Oleh: Muhammad Almujrin