Mahasiswa KKN STAIN Kepri Angkat Budaya Zikir Bermadah Lewat Digitalisasi di Belakang Padang
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Mahasiswa KKN STAIN Sultan Abdurrahman Kepri yang bertugas di Desa Belakang Padang melaksanakan program kerja unggulan di bidang kebudayaan melalui pelestarian dan pengembangan Zikir Bermadah, salah satu warisan budaya khas Kepulauan Riau. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa untuk memastikan bahwa nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Sebagai bentuk inovasi, Zikir Bermadah diperkenalkan dalam format digital dengan menampilkan penampilan seni tersebut oleh siswa-siswi MA Amanatul Ummah Belakang Padang. Melalui perekaman dan publikasi digital, mahasiswa KKN berupaya membawa seni tradisional ini menjangkau audiens yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan lokal tetapi juga hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. Langkah ini diharapkan menjadi jembatan antara tradisi dan kemajuan teknologi.
Kegiatan ini sekaligus memberikan ruang kepada generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri. Siswa yang terlibat dalam penampilan Zikir Bermadah menunjukkan semangat dan kebanggaan dalam mempersembahkan seni tersebut. Dengan kolaborasi antara pendidikan, budaya, dan teknologi, warisan budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan secara kreatif dan berkelanjutan.
Dampak dari program ini mulai terasa, di mana Zikir Bermadah kembali mendapat perhatian dan menjadi perbincangan di berbagai kalangan. Melalui digitalisasi, kesenian ini tidak hanya disimpan sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya daerah Kepulauan Riau kepada dunia. Mahasiswa KKN STAIN Kepri berharap, upaya ini dapat menjadi langkah awal agar Zikir Bermadah terus dikenal, dihargai, dan diwariskan ke generasi mendatang. (Gby/BPL)
Diunggah Oleh: Geby A