Mahasiswa KKN STAIN SAR Kunjungi Pengrajin Batik dan KUBE Al Fazza, Pelajari Proses Pembuatan Batik, Ecoprint, dan Aneka Kerajinan Tangan
Bintan, 20 Juli 2025 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Kelompok 18 Teluk Sebong, melanjutkan program pengabdian mereka dengan melakukan kunjungan edukatif ke dua lokasi pengrajin di Desa Teluk Sebong Pereh, yaitu rumah pengrajin batik Andirinawati dan KUBE (Kelompok Usaha Bersama) Al Fazza. Kunjungan ini bertujuan untuk mengenal lebih dekat berbagai potensi ekonomi kreatif yang dimiliki masyarakat setempat.
Di kediaman Ibu Andi rinawati, mahasiswa disambut dengan demonstrasi langsung proses pembuatan batik tradisional. Proses diawali dari pemilihan kain, penggunaan lilin malam yang dicairkan dalam wajan, serta teknik mencanting untuk membentuk motif-motif khas. Pewarna khusus batik pun digunakan untuk mewarnai kain yang telah bermotif. Para mahasiswa tampak antusias menyimak proses tersebut dan berdiskusi mengenai nilai budaya dan keunikan batik sebagai warisan Nusantara.
Usai dari sana, mahasiswa melanjutkan kunjungan ke KUBE Al Fazza dan disambut oleh ketuanya, Ibu Sari, yang beranggotakan 10 orang. Dalam sesi wawancara, Ibu Sari menjelaskan proses pembuatan kain ecoprint, yaitu teknik pewarnaan kain berbahan alami dari daun dan bunga yang mengandung zat tanin. Prosesnya dimulai dengan merendam dan membersihkan kain, menata daun seperti daun jati, kelengkeng, dan tanaman resam, lalu mencetak pola, dan akhirnya dikukus selama dua jam agar motif menempel sempurna.
Selain ecoprint, KUBE Al Fazza juga mengembangkan berbagai kerajinan tangan kreatif lainnya, seperti merajut dompet dan tas, membuat bunga hias dari pita satin, serta membuat tas anyaman dari tali kur. Semua produk tersebut dikerjakan dengan keterampilan tangan dan ketelatenan tinggi oleh anggota KUBE, mayoritas ibu-ibu rumah tangga yang memanfaatkan waktu luang untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Melalui kunjungan ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang proses produksi kerajinan lokal, tetapi juga mengapresiasi semangat kemandirian dan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Mahasiswa berharap, keberadaan KUBE seperti Al Fazza dapat terus didukung dan menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya untuk terus berkarya dan berinovasi.
Diunggah Oleh: Teluk Sebong 18