Malam Puncak 17 Agustus: Panggung Persatuan, Tari Nirmala Poyotomo Curi Perhatian
Sabtu malam, 23 Agustus 2025, suasana Kampung Pasiran terasa berbeda dari biasanya. Lapangan voli yang biasanya ramai oleh suara bola dan sorak-sorai warga, malam itu berubah menjadi pusat keramaian. Malam Minggu itu menjadi saksi puncak perayaan lomba-lomba rakyat 17 Agustusan.
Sorotan lampu panggung, deretan kursi penonton, hingga dentuman sound system menambah meriah suasana. Masyarakat dari berbagai kampung berdatangan, memenuhi lapangan dengan wajah-wajah antusias menanti pengumuman pemenang lomba sekaligus menikmati pentas seni.
Satu per satu nama pemenang lomba diumumkan, disusul riuh tepuk tangan dan sorakan bahagia. Namun, tak hanya hadiah yang menjadi sorotan malam itu. Panggung seni pun menjadi ajang unjuk bakat. Perwakilan dari sekolah hingga kampung menampilkan yang terbaik—mulai dari nyanyian merdu, drama musikal penuh pesan moral, hingga tarian tradisional yang memesona.
Di antara deretan penampilan itu, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kelompok penari dari Kampung Poyotomo. Sejak jauh hari, para penari ini telah dipersiapkan dan dilatih oleh mahasiswa KKN Teluk Sebong 13. Malam itu, mereka tampil membawakan tari Melayu berjudul “Nirmala”.
Dengan kostum berwarna kuning cerah—warna yang lekat dengan budaya Melayu—para penari tampak anggun sekaligus berwibawa. Sentuhan make-up dari tangan-tangan mahasiswi KKN semakin mempertegas pesona mereka di atas panggung.
Saat lantunan musik Melayu “Nirmala” mengalun, penonton seolah tersihir. Gerakan para penari yang anggun, gemulai, namun penuh energi, membuat semua mata tak lepas dari panggung. Bahkan, beberapa warga terlihat mengabadikan momen itu dengan kamera ponsel mereka.
Dan ketika penampilan berakhir, tepuk tangan meriah bergemuruh dari seluruh penjuru lapangan—sebuah tanda bahwa Tari Nirmala benar-benar berhasil mengambil hati penonton.
Bagi masyarakat, malam puncak ini bukan sekadar hiburan. Ia menjadi ajang kebersamaan, di mana warga bisa melepas penat, merayakan kemenangan, sekaligus merawat budaya. Kehadiran tarian tradisional seperti *Nirmala* menjadi bukti bahwa warisan budaya Melayu masih terus hidup, sekaligus menjadi jembatan penguat identitas masyarakat.
Diunggah Oleh: Teluk Sebong 13