KKN Kolaborasi 20251 Updated: 16 August 2025 Dilihat: 105 kali

Malam Tirakatan Yang Penuh Kenangan

Kedondong 1, 16 Agustus 2025 - Suasana hangat dan penuh haru menyelimuti lapangan Dukuh Kedondong 1 di samping lumbung pada malam tirakatan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Acara yang dimulai selepas Isya, tepat pukul 19.30 WIB ini tak hanya menjadi malam renungan kebangsaan, tetapi juga menjadi momen perpisahan antara warga dan kami mahasiswa KKN Nusantara kelompok 13 yang telah menjalankan pengabdian selama kurang lebih 40 hari di Kedondong 1.

Malam tirakatan dibuka oleh MC dilanjutkan dengan sambutan dari Pak Sukir selaku dukuh Kedondong 1. Setelah sesi formal selesai, panggung pentas seni pun menjadi pusat perhatian. Anak-anak tampil penuh semangat dengan tarian tradisional. Sebagai bentuk keikutsertaan memeriahkan malam tirakatan ini, kami telah melatih anak-anak yang akhirnya terdiri dari tiga grup menampilkan Tari Kreasi, Tari Mentok, dan Tari Jaranan. Tidak hanya anak-anak yang tampil di kegiatan malam ini, ibu-ibu PKK, majelis taklim juga ikut serta mengisi acara. Mahasiswa KKN juga berkolaborasi dengan grup klotekan. Klotekan ini diiringi dengan piano dan joget dari kami mahasiswa KKN. Membawakan beberapa lagu di antaranya lagu “Koyo Jogja Istimewa” dan “Nemen”.

Sementara itu, menjelang akhir acara kami menyampaikan salam perpisahan. Dibuka oleh ketua kelompok, Bawaihi yang menyampaikan terima kasih dan permintaan maaf atas segala kesalahan dan kekurangan kami selama mengabdi di dukuh sini. Selanjutnya kami menampilkan video profil padukuhan dan video dokumenter. Kami mengusahakan yang  terbaik dalam proses pembuatan video ini. Bahkan, kami juga menyewa drone untuk video profil padukuhan. Pada akhir penampilan, kami mempersembahkan paduan suara membawakan lagu “Roman Picisan” diiringi oleh orgen. Selama berada di atas panggung pikiran bercampur aduk. Rasa syukur, bahagia, juga sedih menjadi satu. Kami sadar waktu kami di sini hanya tinggal menghitung hari. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari penonton menciptakan suasana hangat yang sulit dilupakan. Panggung sederhana malam itu menjadi saksi betapa bahagianya kami dapat menjadi bagian dari kedondong 1 dengan rasa kebersamaan warga yang begitu hangat. Ntah mengapa menjelang tengah malam, suasana perlahan berubah menjadi lebih emosional.

Meski acara resmi telah selesai, malam itu ternyata masih panjang. Kami mahasiswa KKN, karang taruna, dan beberapa warga memilih untuk tetap berkumpul di lapangan, melanjutkan malam dengan obrolan ringan, canda tawa, dan secangkir teh hangat. Beberapa juga mengisi malam dengan karaoke bersama. Malam tirakatan berubah menjadi ruang refleksi, tempat di mana cerita dan harapan dibagi tanpa jarak. Kami berdiskusi banyak hal hingga sekitar pukul empat Subuh, kami memutuskan kembali ke posko. Hingga waktu Subuh pun suasana tetap hidup. Bukan karena mata yang belum mengantuk, tetapi karena hati yang belum rela untuk berpisah dari kehangatan padukuhan ini.


Diunggah Oleh: Lulu Khairunnisa