Menangkap Keindahan Alam Sungai Tinalah, Kulon Progo
Kedondong 1 - Kamis, 10 Juli, saatnya masak sebagaimana jadwal piket yang ‘tlah ditentukan. Masak yang simpel saja, cah kangkung tempe goreng tepung. Aku tidak memiliki keahlian memasak, tapi momen ini sepertinya bisa ku jadikan kesempatan untuk belajar masak yang lebih kompleks? Setelah berpeluh dengan asap dan minyak, saatnya membersihkan pikiran ke sungai sekaligus riset lokasi. Perjalanan menuju ke sungai disambut dengan pohon bambu yang rindang. Begitu rindangnya pohon, cahaya matahari enggan untuk menyentuh tanah. Jalan yang kami lewati setengah jalan cor, setengah jalan setapak. Cukup aman untuk jalanan yang berlumut sebab semenjak kemarin belum ada hujan di padukuhan ini. Cuacanya tidak begitu dingin atau panas, tapi matahari sudah cukup memberanikan diri untuk menyinari bumi.

.jpeg)
Pagi ini kami berjalan
ke sungai untuk mencari ide cemerlang dari proker yang akan kami laksanakan.
Nama sungainya sendiri aku tidak tau, tapi informasi dari bu Dukuh bahwa sungai
tersebut adalah terusan dari Sungai Tinalah. Kondisi sungai saat ini bisa
dikatakan kering hingga terlihat batu-batu di tepi sungai. Semak belukar dan
pohon di sekitar sungai dihiasi dengan sampah. Pemandangan yang cukup mencengangkan
karena dukuh tempat kami tinggal kondisinya bersih bahkan sangat bersih. Sepertinya
sampah ini dibawa dari tempat yang jauh kemudian berhenti di padukuhan sini. Jumlah
air yang cukup sedikit di sungai ini juga dusebabkan karena bertepatan dengan
musim kemarau. Bersama akamsi (anak kampong sini) kami menyapa sungai. Ada yang
berenang, foto, atau hanya bermain air. Kesempatan ini aku gunakan untuk mengabadikan
momen dengan kamera gawai dan mencelupkan kaki saja.
Ini untuk pertama
kalinya ku bermain di sungai karena sebagai anak kepulauan yang setiap harinya
menjumpai pantai cukup menghibur diri jenuhku. Ketika bermain pantai pasti yang
didapatkan matahari terik yang menyentuh wajah. Kalau di sungai ini cuaca cerah
tapi tidak begitu membakar wajah. Tidak begitu jauh dari posko, tentu akan ku
masukkan ke daftar tempat untuk melarikan diri jika diperlukan untuk merehatkan
jiwa sebentar. Begitu luar biasanya Allah menciptakan alam ini. Tidak salah
untuk jalan-jalan menapaki buminya Allah sebagai bentuk meningkatkan ketakwaan dari
mengagumi ciptaan Allah SWT. Melihat sungai sepertinya menarik untuk mencoba
arung jeram atau mungkin ke kebun teh? Mari kita selesaikan pengabdian ini
dengan sangat baik.