KKN Kolaborasi 20251 Updated: 10 July 2025 Dilihat: 967 kali

Menangkap Keindahan Alam Sungai Tinalah, Kulon Progo

Kedondong 1 - Kamis, 10 Juli, saatnya masak sebagaimana jadwal piket yang ‘tlah ditentukan. Masak yang simpel saja, cah kangkung tempe goreng tepung. Aku tidak memiliki keahlian memasak, tapi momen ini sepertinya bisa ku jadikan kesempatan untuk belajar masak yang lebih kompleks? Setelah berpeluh dengan asap dan minyak, saatnya membersihkan pikiran ke sungai sekaligus riset lokasi. Perjalanan menuju ke sungai disambut dengan pohon bambu yang rindang. Begitu rindangnya pohon, cahaya matahari enggan untuk menyentuh tanah. Jalan yang kami lewati setengah jalan cor, setengah jalan setapak. Cukup aman untuk jalanan yang berlumut sebab semenjak kemarin belum ada hujan di padukuhan ini. Cuacanya tidak begitu dingin atau panas, tapi matahari sudah cukup memberanikan diri untuk menyinari bumi.


Pagi ini kami berjalan ke sungai untuk mencari ide cemerlang dari proker yang akan kami laksanakan. Nama sungainya sendiri aku tidak tau, tapi informasi dari bu Dukuh bahwa sungai tersebut adalah terusan dari Sungai Tinalah. Kondisi sungai saat ini bisa dikatakan kering hingga terlihat batu-batu di tepi sungai. Semak belukar dan pohon di sekitar sungai dihiasi dengan sampah. Pemandangan yang cukup mencengangkan karena dukuh tempat kami tinggal kondisinya bersih bahkan sangat bersih. Sepertinya sampah ini dibawa dari tempat yang jauh kemudian berhenti di padukuhan sini. Jumlah air yang cukup sedikit di sungai ini juga dusebabkan karena bertepatan dengan musim kemarau. Bersama akamsi (anak kampong sini) kami menyapa sungai. Ada yang berenang, foto, atau hanya bermain air. Kesempatan ini aku gunakan untuk mengabadikan momen dengan kamera gawai dan mencelupkan kaki saja.

Ini untuk pertama kalinya ku bermain di sungai karena sebagai anak kepulauan yang setiap harinya menjumpai pantai cukup menghibur diri jenuhku. Ketika bermain pantai pasti yang didapatkan matahari terik yang menyentuh wajah. Kalau di sungai ini cuaca cerah tapi tidak begitu membakar wajah. Tidak begitu jauh dari posko, tentu akan ku masukkan ke daftar tempat untuk melarikan diri jika diperlukan untuk merehatkan jiwa sebentar. Begitu luar biasanya Allah menciptakan alam ini. Tidak salah untuk jalan-jalan menapaki buminya Allah sebagai bentuk meningkatkan ketakwaan dari mengagumi ciptaan Allah SWT. Melihat sungai sepertinya menarik untuk mencoba arung jeram atau mungkin ke kebun teh? Mari kita selesaikan pengabdian ini dengan sangat baik. 

Diunggah Oleh: Lulu Khairunnisa