KKN Reguler 20261 Updated: 02 September 2026 Dilihat: 10 kali

Menghidupkan Ruang Belajar, KKN Kelompok 8 Hiasi TPQ Nurul Huda dengan Media Edukasi Islami

Jumat, 31 Juli 2026. Setiap ruang belajar menyimpan cerita tentang pengetahuan yang tumbuh di dalamnya. Begitu pula dengan TPQ Nurul Huda, tempat anak-anak belajar mengenal dan mencintai ajaran Islam. Melihat pentingnya suasana belajar yang menarik sekaligus edukatif, Mahasiswa KKN Kelompok 8 Desa Malang Rapat turut mengambil bagian dengan menghias lingkungan TPQ melalui berbagai media pembelajaran yang sarat akan nilai keislaman.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan menghadirkan berbagai tempelan edukatif, di antaranya doa-doa pendek, tata cara dan gerakan salat, Ayat Kursi, serta materi keagamaan lainnya yang umum digunakan sebagai media pembelajaran di TPQ. Media tersebut ditempatkan pada beberapa bagian ruangan yang mudah dilihat oleh anak-anak, sehingga dapat menjadi pengingat sekaligus membantu mereka dalam proses belajar sehari-hari.

Tidak hanya membuat ruangan terlihat lebih menarik, kehadiran media edukasi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih menyenangkan. Anak-anak dapat melihat, membaca, dan mengingat kembali materi keagamaan setiap kali mengikuti kegiatan mengaji. Dengan demikian, apa yang terpajang di dinding tidak sekadar menjadi hiasan, tetapi dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berlangsung setiap hari.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ibu Salmah selaku Ketua TPQ Nurul Huda. Beliau menyampaikan bahwa media edukasi yang dibuat mahasiswa sangat bermanfaat dan membantu proses pembelajaran anak-anak di TPQ. “Ini sangat bermanfaat dan sangat membantu kami, terutama untuk anak-anak belajar. Terima kasih banyak kepada mahasiswa KKN Kelompok 8 yang sudah membantu menghias dan memberikan media pembelajaran untuk TPQ,” ujar Ibu Salmah.

Bagi KKN Kelompok 8 Desa Malang Rapat, kegiatan menghias TPQ menjadi salah satu bentuk pengabdian yang sederhana, tetapi memiliki nilai keberlanjutan. Mahasiswa tidak hanya ingin meninggalkan kenangan selama berada di tengah masyarakat, tetapi juga meninggalkan sesuatu yang dapat terus digunakan setelah masa pengabdian berakhir.

“Dinding yang dahulu hanya menjadi batas sebuah ruang, kini kami isi dengan pengingat-pengingat kebaikan. Sebab kami percaya, terkadang sebuah doa yang tertulis sederhana dapat menjadi ilmu yang terus dibaca, diingat, dan diamalkan oleh banyak anak. Di sanalah karya kecil menemukan maknanya.”

Diunggah Oleh: Bintan 8 > Narahubung SARINAH no.hp (082299133721)