Berita Utama 20251 Updated: 14 July 2025 Dilihat: 155 kali

P3M STAIN Kepri: Mahasiswa Delegasi KKN Hidupkan Kembali Praktik Fardu Kifayah di Dusun Ngentak

Ngentak, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Setelah lebih dari tiga tahun tanpa pelatihan serupa, praktik fardu kifayah kembali digelar di tengah masyarakat Dusun Ngentak berkat inisiatif Mujrin, mahasiswa delegasi STAIN Kepri dalam program KKN Nusantara. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari misi pengabdian yang diinisiasi oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.

Melalui program KKN Nusantara, P3M STAIN Kepri mendorong mahasiswa untuk melakukan intervensi sosial-keagamaan yang kontekstual. Salah satunya adalah dengan menghadirkan kembali pelatihan fardu kifayah pengetahuan dasar namun sangat vital dalam kehidupan bermasyarakat yang telah lama tidak tersentuh pelatihan di wilayah ini.

Mujrin, sebagai delegasi dari STAIN Kepri, berperan langsung sebagai narasumber dan fasilitator praktik. Pelatihan tersebut disambut antusias oleh puluhan ibu-ibu PKK Dusun Ngentak, yang telah lama merindukan kegiatan serupa.

Dalam sambutan pembukaannya, Ketua PKK Dusun Ngentak, Ibu Kiarti, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada para mahasiswa KKN.

“Sudah lebih dari tiga tahun kami tidak mendapatkan pelatihan fardu kifayah. Terima kasih kepada adik-adik KKN, khususnya Mujrin, yang telah memfasilitasi kegiatan sangat bermanfaat ini,” ujar Kiarti.

Ketua Kelompok 15 KKN Nusantara, Abdurrahman Aziz, turut hadir mendampingi jalannya kegiatan yang berlangsung lancar dan penuh partisipasi aktif. Para peserta mendapatkan pelatihan mulai dari tata cara memandikan, mengkafani, menshalatkan, hingga menguburkan jenazah secara syar’i.

Ketua P3M STAIN Kepri Abd. Rahman, M.Sos menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Mujrin adalah bentuk nyata dari peran mahasiswa dalam menghidupkan kembali tradisi keilmuan Islam yang fungsional di masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Mujrin dan tim KKN. Praktik fardu kifayah ini bukan hanya sekadar kegiatan simbolis, tapi bentuk transfer ilmu yang sangat aplikatif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Mujrin sendiri menyatakan bahwa motivasi utamanya adalah keprihatinan atas minimnya regenerasi pengurus jenazah di tingkat dusun.

“Pelatihan ini semoga menjadi awal dari kesiapan masyarakat dalam menangani fardu kifayah secara mandiri. Karena kita tidak tahu kapan kebutuhan itu datang,” ungkap Mujrin.


P3M STAIN Kepri berharap, kegiatan seperti ini terus dilanjutkan dan direplikasi ke wilayah-wilayah lain yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa, agar penguatan kapasitas keagamaan masyarakat tidak berhenti di satu titik saja, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan.

Baca juga selengkapnya:
https://stainkepri.ac.id/berita/2352-tiga-tahun-vakum-praktik-fardu-kifayah-kembali-digelar-bersama-mahasiswa-kkn-nusantara-mujrin-delegasi-stain-kepri.html

Diunggah Oleh: Geby A