Panen Madu Kelulut Mahasiswa KKN Desa Bakong Dukung Potensi Ekonomi Lokal
Lingga, 27 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Bakong bersama Pak Sapar melaksanakan kegiatan memotret madu kelulut di lahan belakang rumah Pak Sapar, Desa Bakong, pada Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa KKN untuk mengenal lebih jauh proses pengelolaan serta potensi usaha madu kelulut yang berkembang di Desa Bakong.
Dalam kegiatan tersebut, Pak Sapar menjelaskan bahwa madu kelulut memiliki beragam khasiat dan cita rasa yang khas. Rasa madu yang dihasilkan bisa berbeda-beda, mulai dari manis legit dengan warna madu yang bening hingga memiliki rasa menyerupai permen tamarin. Perbedaan rasa tersebut dipengaruhi oleh jenis kelulut dan sumber nektar yang dihasilkan.
Di lahan milik Pak Sapar terdapat dua jenis kelulut, yaitu Trigona itama dan Torasika. Kedua jenis tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi rasa madu maupun warna sarangnya. Proses pemanenan juga dilakukan menggunakan peralatan sederhana agar sarang tetap terjaga dan koloni dapat kembali menghasilkan madu dalam waktu sekitar satu bulan setelah panen.
Selain proses pemanenan, mahasiswa KKN juga melihat pengemasan madu kelulut yang dipasarkan Pak Sapar dalam berbagai ukuran, mulai dari botol berukuran kecil hingga besar dengan harga yang terjangkau. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini memberikan wawasan baru mengenai madu kelulut, mulai dari bentuk sarang, cita rasa, proses panen, hingga perkembangan usaha madu yang ada di Desa Bakong.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap para pelaku usaha madu kelulut di Desa Bakong dapat terus mengembangkan produknya hingga dikenal lebih luas. Potensi madu kelulut khas Bakong diharapkan mampu menjadi salah satu produk unggulan yang mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Diunggah Oleh: Desa Bakong