Berita Utama 20251 Updated: 18 June 2025 Dilihat: 126 kali

Panitia KKN STAIN SAR Kepri 2025 Lakukan Audiensi dengan Pemkab Bintan: Fokus Pengabdian di Teluk Sebong dan Teluk Bintan

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Bintan pada awal Juli 2025, sebagai bagian dari proses koordinasi dan pematangan konsep program pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di wilayah tersebut.

Audiensi yang difasilitasi oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan rencana KKN dengan arah kebijakan dan kebutuhan lokal pemerintah daerah. Fokus wilayah KKN 2025 direncanakan mencakup Kecamatan Teluk Sebong dan Teluk Bintan.

“Kami ingin memastikan bahwa program yang dibawa mahasiswa KKN benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, tidak datang dengan agenda yang kaku,” ujar Abd. Rahman, M.Sos.

Ia juga menyampaikan bahwa tahun ini STAIN Kepri mulai menyusun dokumentasi hasil KKN tahun sebelumnya dalam bentuk buku, sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik dan sosial.

Dalam audiensi tersebut, Asisten III Setda Bintan, dr. Gama AF Isnaeni, Sp.A, M.Sc, menyampaikan apresiasi atas niat baik STAIN Kepri. Ia menekankan pentingnya kehadiran mahasiswa KKN di wilayah pesisir yang menurutnya masih minim pembinaan spiritual. “KKN bisa menjadi katalis untuk menghidupkan kembali pembinaan keagamaan di desa-desa pesisir,” ujarnya.

Senada dengan itu, Khairul, S.Sos, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, menyoroti pentingnya membangkitkan kesadaran kolektif dan nilai gotong royong di kalangan masyarakat nelayan, khususnya di daerah seperti Batu Licin dan Wacopek. Ia menyarankan agar panitia KKN menetapkan satu desa sebagai pilot project, yang dapat dikembangkan menjadi desa mandiri atau bahkan desa wisata berbasis komunitas.

Masukan juga datang dari Kabag Pemerintahan Kabupaten Bintan, Pilihan, SH, yang berharap program KKN dapat berperan aktif dalam mensosialisasikan program prioritas pemerintah, salah satunya Koperasi Merah Putih. Menurutnya, literasi masyarakat terkait koperasi masih rendah, dan mahasiswa KKN bisa hadir memberikan edukasi dasar tentang tata kelola koperasi serta membantu mendorong pengembangan UMKM lokal.

Panitia KKN mencatat seluruh masukan tersebut sebagai bagian dari pemetaan program kerja mahasiswa. Penekanan pada aspek pemberdayaan ekonomi, pembinaan spiritual, dan penguatan karakter sosial masyarakat akan menjadi garis besar dalam penyusunan rencana aksi mahasiswa di lapangan.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini dan berharap proses KKN tidak hanya menjadi kegiatan akademik tahunan, tetapi betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Bintan,” tutup Abd. Rahman.


Audiensi ini menandai langkah awal sinergis antara kampus dan pemerintah daerah, dengan semangat bersama untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif, religius, dan mandiri melalui program KKN berbasis kebutuhan nyata.

Baca juga selengkapnya
https://stainkepri.ac.id/berita/2248-audiensi-kkn-2025-bersama-membangun-bintan-stain-sar-kepri-siap-gelar-kkn-2025.html
Diunggah Oleh: Geby A