Pembekalan Mahasiswa KKN 2025 STAIN SAR Kepri Tekankan Integrasi Keilmuan, Etika Sosial, dan Pengabdian Kontekstual
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Dalam rangka menyiapkan mahasiswa untuk terjun ke lapangan, Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau Tahun 2025 menyelenggarakan kegiatan pembekalan pada Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di Gedung SBSN Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Pembekalan ini diikuti oleh 370 mahasiswa dari berbagai program studi yang akan menjalani pengabdian masyarakat selama 40 hari di sejumlah desa, khususnya di Kecamatan Teluk Sebong.
Ketua Panitia KKN 2025, Muhammad Arif Hudaya, Lc., M.E., menjelaskan bahwa kegiatan pembekalan ini merupakan bagian dari strategi pelaksanaan KKN berbasis pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), dengan menekankan pemanfaatan potensi lokal sebagai titik awal perumusan program kerja mahasiswa di lapangan.
“KKN tidak hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi juga ruang pengabdian nyata mahasiswa lintas keilmuan yang diharapkan mampu menjawab tantangan sosial secara kontekstual dan humanis,” ujar Arif.
Sebagai narasumber utama, panitia menghadirkan Plt. Camat Teluk Sebong, Nuraini, S.Sos., yang turut didampingi oleh Kasubbag Umum dan Kepegawaian Kecamatan Teluk Sebong, Nurindah Wijayanti, A.Md. Dalam pemaparannya, Nuraini menekankan pentingnya mahasiswa memahami kultur masyarakat Melayu dan menjaga etika sosial selama menjalankan tugas di lapangan.
“Warga Melayu sangat menjunjung nilai harmoni. Kami berharap adik-adik mahasiswa bisa menjaga sikap dan komunikasi, karena masyarakat lebih menghargai pendekatan yang santun dan tidak konfrontatif,” pesannya.
Selain etika sosial, pihak kecamatan juga membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dalam mendukung program prioritas, seperti peningkatan partisipasi pendidikan anak usia dini (PAUD), yang masih rendah di beberapa desa. Nuraini bahkan mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif mendorong kesadaran orang tua agar anak usia 5–6 tahun bisa mendapatkan akses pendidikan.
Panitia menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bentuk integrasi antara program kerja mahasiswa dengan kebutuhan riil masyarakat. “Kami mendorong seluruh kelompok KKN untuk melakukan pemetaan potensi desa secara partisipatif, lalu menyusun program yang tepat guna dan sesuai dengan kebutuhan lokal,” tambah Arif.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah mahasiswa juga menyampaikan berbagai persoalan sosial yang mereka temui berdasarkan studi awal. Salah satunya terkait kepemilikan tanah yang belum bersertifikat di Kampung Sengiling. Menanggapi hal itu, Nuraini membuka peluang koordinasi lanjutan melalui bagian Pemerintahan Kecamatan.
Menjelang akhir kegiatan, panitia menyampaikan arahan teknis mengenai pelepasan dan penempatan kelompok. Sebanyak 26 kelompok akan ditempatkan di Kecamatan Teluk Sebong, sementara sisanya tersebar di wilayah lain seperti Belakangpadang, Pulau Pangkil, dan Kabupaten Lingga. Setelah pelepasan resmi, masing-masing kelompok diwajibkan melakukan kunjungan izin ke kantor kecamatan dan orientasi ke desa sasaran bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).


Dengan pembekalan ini, panitia berharap mahasiswa memiliki pemahaman menyeluruh baik secara teoritis maupun praktis dalam menjalankan program pengabdian, serta mampu menjaga nama baik STAIN SAR Kepri selama berada di tengah masyarakat.
Baca juga selengkapnya:
https://stainkepri.ac.id/berita/2325-pembekalan-kkn-2025-stain-sar-kepri-tekankan-integrasi-keilmuan-etika-sosial-dan-pengabdian-kontekstual.html