Pendataan UMKM: Satu Data Seribu Cerita
Kedondong 1- Sebelum keberangkatanku ke lokasi KKN aku berusaha mencari kondisi, letak, potensi, bahkan toko dan kuliner di sekitarnya. Cukup sulit ku menemukan informasi terkait padukuhan dan sekitarnya. Alasan ini yang memperkuat kami mengangkat program kerja membuat web profil padukuhan, didalamnya memuat sejarah, geografis, demografis, sosial, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta perpustakaan digital. Usulan program kerja ini disambut baik oleh warga. Penyusunan profil padukuhan menjadi langkah untuk digitalisasi yang mana data dari web ini bisa dijadikan alat bantu pembangunan yang dicanangkan pemerintah mendatang. Selain itu, tentu memperkenalkan dukuh kepada dunia dan membantu memperluas jangkauan UMKM untuk memasarkan dagangannya. Aku mengambil andil bertanggung jawab pada perpustakaan digital yang nantinya akan dicantumkan di web padukuhan.

Hari pertama kami koordinasi awal dan mencari data warga, demografi, dan UMKM dari Ibu Dukuh. Kami tidak mendapatkan banyak dari beliau, tetapi kami diberikan kartu keluarga warga Kedondong 1 dan gambaran umum dari beberapa usaha yang ada di sini. Selanjutnya, kami meminta data dari kantor Kalurahan Banjararum dan berharap semoga bisa mendapatkan lebih banyak data. Kemudian kami diarahkan untuk mencari tau sejarah dengan melakukan sowan ke mantan dukuh Kedondong 1. Melengkapi data untuk profil padukuhan kami akhirnya melakukan wawancara dengan para pelaku usaha warungan yang nampak fisiknya. Sembari mewawancarai pelaku usaha warungan kami juga mengulik UMKM lainnya dari mereka. Akhirnya, kami mendapatkan informasi yang cukup banyak dari bu Wanti, salah satu bu RT di Kedondong 1.

Kami mengumpulkan data kemudian membagi kepada
beberapa kelompok agar lebih mengefesiensi waktu yang singkat. Menjadi suatu
kendala ketika kami sebagai pendatang tidak mengetahui persis lokasi rumah atau
toko pelaku UMKM yang dipaparkan beliau. Kami mendapatkan data hanya berupa
nama, produk, dan perkiraan lokasinya jadi ketika kami turun ke lapangan untuk
wawancara kami perlu menanyakan kembali warga di sekitar. Kedondong 1 memiliki cukup
banyak pelaku usaha bahkan sudah taraf yang terkenal. Terdaapat dua pelaku
usaha yang sudah terbit izin usaha dan izin halal yaitu usaha telur asin wingko
milik Bu Asiyah dan usaha ayam kampong entok milik Bu Sudalyati. Selain itu,
slondok khas Jogja Si Mbok Bun sudah terkenal dan harga yang dipasarkan masih
di bawah pasaran. Uniknya jam operasional dari usaha slondok ini dengan patokan
tanggal pasaran Jawa, misalnya slondok Si Mbok ini libur saat pasaran Kliwon. Beberapa
pasar tradisional juga ada yang aktif pada pasaran tertentu seperti Pasar Dekso
yang buka saat pasaran Kliwon saja.