Pentas Seni dan Perpisahan KKN STAINSAR di Desa Kelong
Desa Kelong, 20 Agustus 2025- Tanggal 20 Agustus 2025 menjadi momen penuh kenangan bagi Tim KKN STAINSAR di Desa Kelong. Hari itu merupakan penutup dari perjalanan panjang selama 40 hari mengabdi, yang kemudian dirangkai dalam sebuah acara malam pentas seni, perpisahan, sekaligus pembagian hadiah lomba 17 Agustusan .
Sejak sore, suasana desa sudah tampak ramai. Warga berbondong-bondong datang, dari anak-anak hingga orang tua, memenuhi lokasi acara yang telah dihias meriah. Sorot lampu panggung, tawa anak-anak, hingga deretan hadiah lomba yang siap dibagikan menambah semarak suasana malam itu.
Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPRD Bintan Rusli , Camat Bintan Pesisir Assun Ani, S.Sos , Kepala Desa Kelong Pak Alimin , perangkat desa, dan masyarakat Kelong yang menyambut penuh antusias. Kehadiran mereka menjadi bukti dukungan nyata terhadap kegiatan mahasiswa sekaligus dianugerahi atas kontribusi Tim KKN.

Pentas seni berlangsung dengan beragam penampilan, mulai dari tari-tarian tradisional yang dibawakan anak-anak desa hingga penampilan khas dari Tim KKN yang menampilkan tarian Boria . Riuh tepuk tangan dan sorakan penonton mengiringi setiap penampilan, menciptakan suasana hangat penuh keakraban.
Menjelang akhir acara, layar besar menampilkan video cinematic “40 Hari Bersama” yang berisi potongan kenangan selama kegiatan KKN. Tawa berubah menjadi haru, banyak warga yang menyukainya bahkan meneteskan air mata. Bagi masyarakat, mahasiswa KKN bukan hanya tamu, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga. Begitu pula bagi pelajar, Desa Kelong bukan sekadar tempat mengabdi, melainkan rumah kedua yang sulit ditinggalkan.
Acara perpisahan ini ditutup dengan nobar bersama sambil berbagi canda dan cerita terakhir. Malam itu menjadi saksi betapa eratnya hubungan yang terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Perpisahan memang tak bisa dihindari, namun kenangan kebersamaan akan selalu hidup dalam ingatan.
KKN STAINSAR di Desa Kelong telah berakhir, tetapi jejak pengabdian, tawa, dan air mata akan tetap membekas, menjadi bagian dari perjalanan hidup yang tak ternilai.
Diunggah Oleh: Kelong