KKN Reguler 20251 Updated: 14 July 2025 Dilihat: 156 kali

Penuhi Keinginan Kades, Kelompok 15 Desa Sebong Pereh Telusuri Sejarah Panjang Dua Desa

Senin, 14 Juli 2025. Kelompok KKN desa Sebong Pereh RW 001 lakukan kunjungan sejarah kerumah yang di tuakan di desa, beliau bernama H Mansah. Beliau merupakan penduduk asli yang turun temurun tinggal di kawasan desa Sebong Pereh, "saya dan istri dulunya tidak menetap, sering pindah-pindah tempat juga, awalnya saya di Mentigi, kemudian terakhir pindah kesini. Tahun saya pindah disini, saya lupa, namun kondisi disini belum disatukan, ujar H Mansah.

Sebelum kami mengunjungi kediaman H Mansah, kami turut melakukan sedikit penelitian mengenai sejarah kapan dan alasan dua desa ini di satukan. Menurut berbagai literatur, desa Sebong memiliki sejarah panjang sebagai pemukiman dengan mayoritas pendatang dari berbagai tempat, seperti suku melayu laut, dan tionghoa. Sedangkan desa Pereh merupakan kampung baru yang di dirikan oleh Belanda sekitar tahun 1897. Kedua desa ini disatukan setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 1946.

H Mansah bersama istri menjadi saksi hidup perkembangan dua desa ini menjadi seperti sekarang, "dulu saya sama istri datang kesini itu, masih hutan lebat, penduduknya bisa di hitung jari. Karena perubahan alam dan tangan manusia, banyak juga perubahan di desa ini. Seperti sungai kecil di desa Rambutan itu, dulu kapal saja bisa masuk, sekarang sudah tidak bisa," lanjut H Mansah.

Informasi-informasi yang kami dapatkan dari H Mansah, akan kami gunakan untuk menulis buku sejarah desa Sebong Pereh atas perintah kepala desa Sebong Pereh, bpk Bahari pada hari pertama kami di tempatkan disini. Harapan kami sebagai mahasiswa yang KKN disini adalah dapat menorehkan sedikit kenang-kenangan berupa tulisan sejarah, dan semoga menjadi bahan bacaan anak cucu desa setempat agar sejarah desa Sebong Pereh tidak luntur di makan zaman.

Diunggah Oleh: Teluk Sebong 15