Pindah Mengajar ke Kedondong 1, Banjararum, Kalibawang
Kedondong 1, Kulon Progo - Jalanan dukuh sunyi
hanya suara irama jangkrik, kambing, lembu yang terdengar. Sumber pencahayaan
remang-remang dari lampu jalan seadanya, dibalut dengan udara yang cukup dingin
kami berjalan menuju Musala Mbah Eblek. Musala ini tidak jauh dari posko kami,
sekita 2 hingga 3 menit saja sudah sampai. Hal pertama ketika berkunjung ke Padukuhan
Kedondong 1 ini, banyak hal baru yang ku lihat. Walaupun perbedaan aliran dan
mazhab sudah ku pelajari, ternyata praktiknya tidak sesimpel mempelajari teks
tertulis. Padukuhan ini memiliki musala dan masjid yang berdekatan. Walaupun
dekat, ternyata dua tempat ini memiliki pendapat yang berbeda dari segi ormas
politiknya. Perbedaan terlihat pada ada tidaknya zikir bersama setelah salat.
Kami mendapatkan pesan dari tokoh agama di sini untuk tidak condong ke salah
satunya. Jadi, kami membagi kelompok untuk yang salat dan mengajar di masjid
dan musala.
Hal yang ku kagumi dari
dukuh ini adalah ketika perbedaan pilihan ini tidak menjadikan mereka pecah
atau saling menjatuhkan. Ketika kami mengajar di masjid dengan pendapat
Muhammadiyah mereka tetap mempersilakan bahkan menganjurkan untuk mengajar bacaan
salat model Nadhlatul Ulama. Mereka insklusif terhadap perbedaan yang terjadi di masyarakat.
Selanjutnya, mengaji masih menjadi poin yang perlu difokuskan. Bahkan, kami
mendapatkan informasi bahwa masih ada ibu-ibu yang buta huruf hijaiyah.
Semoga sedikit
banyaknya dari kehadiran kami bisa memperbaiki kualitas keagamaan sebagaimana
sejalan dengan tema ekoteologi karena jika ingin memperbaiki tajwid, fasahah
merupakan program yang memakan waktu jangka panjang. Ngaji TPQ dilaksanakan
setelah Maghrib. Waktu yang sangat singkat untuk anak yang banyak namun tenaga
pengajar yang terbatas. Cara membaca Al-Qur’an anak-anak padukuhan sini
memiliki ciri khas dengan logat jawa. Beberapa huruf yang memungkinkan akan
sulit untuk diperbaiki. Metode mengajar yang ku pilih untuk menciptakan proses
pembelajaran dengan atsmofer santai dan dengan koreksi satu-persatu huruf.
Walaupun lama, tapi semoga ada perubahan yang bisa diberikan.