KKN Reguler 20251 Updated: 18 July 2025 Dilihat: 125 kali

Tim KKN Desa Kelong Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pelatihan Hidroponik

Desa Kelong, 18 Juli 2025Lahan tandus bekas tambang tidak lagi menjadi kendala. Tim KKN Desa Kelong membuktikan dengan program kerja perdana di i bahwa sayur bisa tumbuh subur dan dapat menjadi investasi, meski tanpa tanah. Melalui kegiatan pelatihan hidroponik, siswa/I memperkuat kembali cara penanaman modern kepada ibu-ibu PKK. Bertahun lalu, hidroponik pernah dicoba di desa ini. Namun minimnya pengetahuan teknis dan perhatian dalam perawatan membuat kebun hidroponik yang sudah dirintis akhirnya terbengkalai .


“Kegiatan ini kami rancang untuk mengoptimalkan ketahanan pangan lokal, terutama dari sektor pertanian ekonomi hijau, kami harap Ibu-ibu mendapatkan Ilmunys secara mendalam. Kami sudah mulai penyemaian sejak seminggu lalu sebagai bentuk persiapan,” Ujar Rahmat Hidayat, Ketua Tim KKN Desa Kelong

 Pelatihan yang dilakukan pada 18 Juli 2025 siang menjelang sore, kegiatan ini bukan tanpa alasan. Tanah di Desa Kelong yang merupakan bekas bauksit dinilai kurang cocok untuk pertanian konvensional. Menyadari kondisi tersebut, hidroponik dipilih sebagai solusi logistik untuk tetap menghadirkan sumber pangan segar melalui pengaktifan ekonomi hijau.


Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Teddy Rahardi, SE, M.Hi., dosen pembimbing lapangan yang turut menyampaikan Beragam. “Tanah di Desa Kelong memang bekas pengeboran dan kurang cocok untuk menanam sayur. Maka dari itu, hidroponik adalah solusi yang paling memungkinkan untuk tetap menghasilkan sayur mayur,” ujarnya.


Dalam sambutannya, Bapak Agung Wisman, S.Sos., selaku perwakilan pemerintah desa, juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN atas inisiatif kegiatan ini. Ia menilai pelatihan tersebut penting karena selama ini pengelolaan kebun hidroponik di desa belum berjalan optimal, terutama karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM).

“Tanaman perlu perhatian khusus, bahkan kasih sayang. Semoga ibu-ibu bisa benar-benar mengambil ilmu dari pelatihan ini agar hidroponik di desa bisa berjalan lebih baik,” pesannya.


Kegiatan dilaksanakan di dua lokasi, yaitu gedung serba guna desa untuk upacara pembukaan dan Tempat Hidroponik desa untuk praktik secara langsung, Materi hidroponik disampaikan oleh Nadia Indah Pratiwi , pengusaha sukses selada hidroponik Tanjungpinang . Ia membimbing ibu-ibu PKK dengan pendekatan praktis dan langsung ke lapangan. Ibu-ibu PKK terlihat antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pemotongan rockwool, penyemaian bibit, hingga pengenalan sistem instalasi sederhana menggunakan botol plastik.


Dalam sesi praktik, peserta juga mendapat informasi teknis, seperti larangan penggunaan air hujan, penyulingan air hanya satu kali, hingga tips menghemat listrik dengan menyalakan pompa di pagi hari dan mematikannya sakit. Disampaikan pula bahwa rockwool dipotong menjadi 18 bagian dan tidak perlu menggunakan kain flanel.


Menariknya adalah banyak ibu-ibu yang mengaku selama ini hanya mengukur takaran air dan vitamin berdasarkan " feeling " semata. Pelatihan ini menjadi momen belajar yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan mereka soal cara cocok tanam yang modern namun tetap sederhana. Sebagai informasi, pemateri memberikan tips harga jual harga jual yang pas selada hidroponik di pasar bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Ini membuka peluang tambahan ekonomi bagi masyarakat jika sistem ini dikelola dengan baik.

Selama kegiatan berlangsung, dosen pembimbing lapangan turut hadir dan berinteraksi langsung dengan para peserta. Mereka bersama siswa juga memberi saran dan Arah, serta mendampingi praktik, memastikan pelatihan berjalan komunikatif dan menyenangkan, meskipun praktik sudah selesai, namun pengawasan dan perwatan akan dilakukan sepanjang siswa akan sedia membantu dan membentuk tim pengawasan panen hidroponik.


Diunggah Oleh: Kelong