KKN Reguler 20251 Updated: 13 July 2025 Dilihat: 679 kali

"Wujudkan Masyarakat Cita: Mahasiswa KKN Teluk Sebong 09 Bangun Solidaritas Sosial Lewat Gotong Royong dan Aksi Partisipatif"

Ekang Anculai, 13 Juli 2025, Semangat gotong royong yang kian memudar di tengah gempuran individualisme dan pragmatisme sosial coba kembali dihidupkan oleh Mahasiswa KKN Teluk Sebong 09 Desa Ekang Anculai. Dalam sebuah kegiatan sederhana para siswa turun langsung ke lapangan berbaur dengan warga untuk membersihkan lingkungan sekitar serta sarapan bersama di bawah rindangnya pohon desa.

Kegiatan ini tidak sekedar rutinitas program kerja, melainkan bentuk nyata dari upaya membangun kembali fondasi sosial yang selama ini mulai terkikis yaitu keakraban, keterlibatan, dan empati antarwarga. Dengan mengusung semangat pengabdian dan pendekatan partisipatif, mahasiswa tidak datang sebagai “pengajar”, melainkan sebagai mitra yang belajar dan tumbuh bersama masyarakat. “Gotong royong bukan hanya urusan bersih-bersih, ini soal membangun kembali ruang-ruang sosial yang sehat di desa, mewujudkan komunikasi, dan mempererat solidaritas antara generasi muda dan masyarakat lokal,” ujar Maulana Firmansyah salah satu peserta KKN.

Uniknya, setelah kegiatan gotong royong, baik mahasiswa maupun masyarakat duduk melingkar dan menikmati sarapan bersama. Momentum ini menjadi ruang dialog sosial, di mana berbagai cerita, harapan, dan bahkan keluh kesah masyarakat desa disampaikan. Kegiatan bersama ini menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan rasa percaya, memperkuat hubungan, dan menyentuh akar permasalahan sosial secara langsung.

Kehadiran mahasiswa disambut antusias oleh warga, terutama para orang tua dan tokoh masyarakat yang melihat kegiatan ini sebagai langkah positif dalam merawat nilai-nilai luhur yang selama ini mulai terkikis. “Ini yang kami rindukan dari generasi muda, tidak hanya pintar di kampus, tapi juga punya hati untuk desa,” ungkap pak Sutarman ketua RW 5.

Melalui kegiatan ini, Mahasiswa KKN Teluk Sebong 09 ingin menunjukkan bahwa pengabdian bukan sekedar seberapa besar proyek yang dikerjakan, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap kesadaran sosial masyarakat. Mereka datang bukan untuk menggurui, tapi untuk menyamai semangat gotong royong, merawat empati, dan menanam nilai kebermanfaatan bersama.

Kegiatan gotong royong dan sarapan bersama ini diharapkan menjadi titik tolak kolaborasi berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat Ekang Anculai. Dalam dunia yang semakin individualistis, upaya kecil ini menjadi sinyal bahwa nilai-nilai sosial masih bisa diperjuangkan, dijaga, dan diwariskan.

Diunggah Oleh: Teluk Sebong 09